Rabu, 22 Juli 2015

ARIEL


ARIEL

Yesaya 29:1-4
Aku akan menyesakkan Ariel, sehingga orang mengerang dan mengaduh, dan kota itu akan seperti perapian bagi-Ku (ay. 2)

Alangkah baiknya bila orang tua tak hanya memilih nama yang keren bagi anaknya tapi juga tahu artinya & memberitahu anaknya, agar anaknya bersikap sesuai nama mereka yang indah. Sebab ada orang-orang bernama bagus tapi tak sesuai perbuatannya, contohnya seorang vokalis band musik terkenal di Indonesia yang pernah menjadi pelaku video mesum. Begitu pula penduduk kota Yerusalem, yang sering disebut sebagai Ariel.

Nama Ariel berarti “singa dari Allah” atau “Pemenang Allah” dan sering dipakai sebagai nama diri orang Yahudi (Ezra 8:16). Ariel juga merupakan nama lain untuk Yerusalem, yang artinya yaitu “mezbah Allah” (Yeh. 43:15-1), tempat penyembahan terhadap Allah. Tapi dalam nats yang kita baca di atas, Yesaya menubuatkan dosa-dosa Yerusalem akan menyebabkannya terbakar dalam api, karena mereka selalu merayakan hari-hari raya mereka tanpa pernah lalai, namun tangan mereka berlumur dosa. Ibadah palsu itulah yang menyebabkan api hukuman Allah membakar Yerusalem. Nubuat ini digenapi tahun 700 SM saat Asyur membakar kota itu.

Kisah tersebut mengingatkan, betapa sering kita beribadah tapi tak sungguh-sungguh dalam bertobat dan malah kembali pada dosa lama. Orang percaya sering disebut sebagai umat pemenang, tapi bila dalam hidup ini kita membangun mezbah palsu dengan ilah-ilah materi dan nafsu sebagai pusat pemujaan kita, maka dari situlah kekalahan & kehancuran kita dimulai.

Ibadah palsu membawa kehancuran,
ibadah sejati membawa kemenangan

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More