Kamis, 23 Juli 2015

LEBIH DARI YANG LAIN

Seri Khotbah Tentang "Petrus"

LEBIH DARI YANG LAIN

Yohanes 21:15-19                  
"Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." (ay. 15)

Saya sering mendengar orang-orang membanding-bandingkan hamba Tuhan yang satu dengan yang lain. Penilaian mereka contohnya: orang yang ini lebih berhikmat, lebih berkarunia, atau lebih urapan, dibanding dengan hamba Tuhan yang lain. Begitu pula dengan murid-murid Yesus. Contohnya adalah Petrus.

Semalam sebelum penyaliban, Petrus menyombongkan diri bahwa ia setia “lebih daripada murid-murid yang lain” (Mat. 26:33). Ironisnya, setelah melebihkan dirinya di atas murid-murid yang lain, Petrus menyangkal Tuhan 3 kali. Karena itu suatu kali sebelum kenaikan-Nya ke surga, Tuhan bertanya pada Petrus, "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Kalau kita baca jawaban Petrus, ia sangat paham arah pertanyaan itu sehingga ia sengaja menghilangkan frase “lebih daripada mereka ini” dalam jawabannya. Jadi pertanyaan Tuhan ini adalah ujian bagi Petrus, apakah Petrus masih menganggap dirinya lebih dari murid yang lain.

Peristiwa penyangkalannya membuat Petrus sadar bahwa ia tidak lebih dari murid-murid lainnya. Pertanyaan yang sama tertuju pada kita: masihkah kita menganggap diri lebih dari yang lain? Lebih berhikmat, lebih kaya, lebih berkarunia, lebih urapan, lebih tinggi kedudukan? Tuhan adalah penguasa alam semesta namun rendah hati (Mzm. 113:5-6; Flp. 2:8), maka Dia juga menuntut kita rendah hati (Mi. 6:8).


Kelemahan yang kita miliki seharusnya membuat kita selalu ingat bahwa kita tidak layak meninggikan diri atas orang lain


Selanjutnya: Ada Apa Dengan Petrus

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More