Kamis, 23 Juli 2015

TAKUT PADA ATASAN?

Seri Khotbah Tentang Pekerjaan

TAKUT PADA ATASAN?

Efesus 6:5
“Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus”

Kalau sekelompok karyawan mengobrol, pasti ujung-ujungnya membicarakan atasan. Dan topiknya seringkali berupa keluhan-keluhan terhadap atasan. Tak jarang pula disertai dengan makian-makian. Tapi apakah sikap semacam itu dibenarkan? Seandainya sekalipun atasan kita seorang yang jahat, kita tak dibenarkan mengatai-ngatai atasan.

Dalam ayat renungan kita hari ini, kita dihimbau untuk taat pada atasan. Ketaatan itu antara lain diwujudkan dalam sikap yang “takut dan gentar.Takut & gentar ini artinya adalah rasa hormat yang sungguh-sungguh seperti rasa hormat kepada Kristus sendiri. Paulus mengulangi himbauan ini untuk jemaat Kolose (Kol. 3:22). Petrus juga menghimbau untuk taat pada majikan dengan sehormat-hormatnya, bukan saja pada majikan yang baik hati tapi juga pada majikan yang jahat (1Pet. 2:18-19).

Taat & hormat tercermin dari perbuatan dan juga perkataan kita mengenai atasan. Jangan mengiyakan atasan hanya di depan mereka sedang di belakang membangkang pada instruksinya serta mencemoohnya. Mari kita ingat bahwa ibadah juga harus ditunjukkan dengan mengekang lidah (Yak. 1:26). Kita didiami Roh Allah sehingga kita memiliki sifat-sifat Allah, contohnya mampu mengasihi atasan yang jahat bahkan berdoa baginya. Jadi, daripada membicarakan keburukan atasan, lebih baik komunikasikan aspirasi anda pada atasan. Mari bekerja dengan tolak ukur yang berbeda dari dunia, yaitu tolak ukur Kristus.


"Kalau kita tidak bisa hormat pada tuan yang terlihat, 
kita tidak akan bisa hormat kepada Kristus yang tidak terlihat"


Selanjutnya: 

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More