THE ARROW OF VICTORY

Berkatalah Elisa: "Panahlah!" Lalu dipanahnya. Kemudian berkatalah Elisa: "Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN, anak panah kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap."

INCOMPLETE VICTORY

Berkatalah Elisa: "Panahlah!" Lalu dipanahnya. Kemudian berkatalah Elisa: "Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN, anak panah kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap."

SEPERTI HUJAN YANG MENGALIR

Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

INCORRUPTIBLE SEED

1 Petrus 1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

JALAN BERPUTAR

Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: "Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir."

Tampilkan postingan dengan label Pergumulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pergumulan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Oktober 2012

TERTINDAS ITU KESEMPATAN UNTUK BELAJAR


Mazmur 119:65-72 
Bahwa aku tertindas itu baik bagiku supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu. 

Daud mengatakan: "Tertindas itu baik bagiku supaya aku belajar...." Mungkin kita berpikir apakah perkataan ini tidak salah? Tidak, Daud memang memandang keadaan tertindas sebagai kesempatan agar Daud belajar. Belajar apa?

1. Belajar ketetapan Tuhan (Mazmur 119:68, 71).
Pengakuan Daud ini adalah inti stanza ke-9 ini, bahkan Daud juga mengajarkannya pada Salomo kecil. Ketetapan Tuhan yang dimaksud Daud adalah tugas dan panggilan Daud, beban yang harus dipikul Daud dan seluruh rencana Tuhan untuk Daud. Melalui ketertindasan yang dialami, Daud jadi mengerti apa rencana Tuhan baginya & apa yang harus ia lakukan, apa yang harus ia tinggalkan atau lepaskan agar rencana Tuhan itu digenapi dalam hidupnya. Ya, sering manusia baru bisa memahami rencana Tuhan bagi mereka ketika mereka dalam ketertindasan. Jadi bila saudara tertindas, itulah kesempatan mata rohani saudara terbuka dan saudara jadi mengerti rencanaNya.   

2. Belajar memiliki iman yang sempurna (Mazm. 119:67). 
Iman yang sempurna itu melewati proses belajar. Dan penindasan dapat melatih iman kita pada kesempurnaan, dimana iman kita tidak lagi tergantung pada keadaan atau situasi. Itulah yang dialami Daud dimana hatinya pernah menyimpang, tapi setelah tertindas, miskin dan sengsara membuat Daud tidak bisa percaya pada apapun kecuali pada Tuhan. Jadi bila saudara tertindas, itulah kesempatan iman saudara berkembang. Sebab iman sering tumbuh sehat bukan pada saat keadaan baik-baik saja tapi saat kita tertindas, saat itulah iman dimurnikan dan motivasi yang salah diluruskan. 

3. Belajar bijaksana (Mazmur 119:65-66, 69-70)
Ada kontras dalam ayat ini, dimana orang-orang sombong (keluarga Saul) menindas, memfitnah & memburu Daud karena rasa iri yang gila, hati mereka tebal seperti lemak artinya dibutakan oleh kesenangan & kemegahan sehingga tak bisa melihat hal-hal rohani yang Tuhan kerjakan. Sebaliknya, penindasan mereka justru membuat Daud rendah hati, membuka hatinya bagi Firman Tuhan dan itulah yang menjadikannya bijaksana, mampu memahami kehidupan dengan perspektif yang lebih baik daripada orang-orang yang sombong. 

Begitulah, ketertindasan bisa menjadi kesempatan untuk belajar banyak hal & mendorong manusia untuk maju. Jadi, bersyukurlah bila tertindas karena tertindas itu baik bagi saudara! Amen. 

Oleh: Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi November 2011
 

Selasa, 09 Oktober 2012

BERKAT-BERKAT ROH KUDUS DALAM HIDUP ORANG PERCAYA (6)

Seri Khotbah Tentang "Roh Kudus"

ROH KUDUS MENGHIBUR ORANG PERCAYA

Yohanes 15:26
Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. 

Dave Branon seorang penulis Renungan Harian yang produktif dan dengan tulisannya ia memberi pertolongan rohani pada pembaca. Tapi 6 Juni 2002 Melissa putrinya yang berusia 17 tahun meninggal dalam kecelakaan. Akibat peristiwa itu Dave tak bisa menulis selama berminggu-minggu, ia merasa tak bisa menemukan kata-kata untuk membantu orang lain saat dia sendiri sangat membutuhkan dukungan. Namun, setelah beberapa bulan Dave akhirnya bisa mengatakan: Allah tidak berubah, Dia tetaplah Bapa surgawi yang penuh kasih, sumber segala penghiburan. Dave sadar, bahwa Allah satu-satunya Pribadi yang bisa membuatnya utuh kembali. Itulah kesaksian Dave Branon yang ditulis tahun 2003 dan kesaksiannya dapat menghibur orang lain yang sedang dilanda kesusahan. 

Ya! Itulah cara Allah bekerja: Allah menghibur hamba-Nya agar mereka dapat menghibur orang lain, Allah memberkati hamba-Nya agar mereka dapat memberkati orang lain, Allah mengasihi kita agar kita dapat mengasihi orang lain.

Kata “penolong & penghibur” yang dikenakan pada Roh Kudus berasal dari kata “parakletos” dan sebenarnya tak ada arti yang tepat baik dalam bahasa Inggris atau dalam bahasa Indonesia untuk kata “parakletos.” Sehingga bermacam-macam arti pun muncul sesuai dengan konteks kata ini digunakan, yakni: Roh Kudus Penghibur, Pendamping, Penolong, Penasehat dan Pembela. Tapi apapun arti yang ada, yang lebih penting adalah kenyataan bahwa Roh kudus selalu mendampingi kita dan selalu bisa menjadi sahabat kita. 

Seorang Bapak yang baik sekalipun takkan bisa selalu mendampingi anaknya, tetapi Tuhan kita lebih dari sekedar Bapak yang baik, sebab Dia mengutus Roh Kudus Sang Penghibur itu untuk meneguhkan & menguatkan hati kita (Efesus 3:16, 2 Timotius 1:7), menolong & mendampingi anak-anak-Nya selama-lamanya (Yohanes 14:16), sehingga kita tak pernah ditinggalkan sendirian.

Saudaraku, kesusahan & kesedihan memang tak akan bisa kita hindari begitu saja. Namun di balik kesusahan itu ada berkat bagi kita yaitu membuat kita mengerti dan mengalami penghiburan Roh Kudus, yang membuat kita menjadi orang yang lebih kuat, dan bisa menghibur orang lain yang membutuhkan penghiburan. 

Selanjutnya: "Berkat-Berkat Roh Kudus (7)"
Sebelumnya: "Berkat-berkat Roh Kudus (5)"

Oleh: Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi Juni 2012 

Kamis, 30 Agustus 2012

PERISAI DI ANTARA ENGKAU DAN BAHAYA (2)

Seri Khotbah "Tuhan Perisaiku"

Ulangan 33:29 
Berbahagialah engkau, hai Israel; siapakah yang sama dengan engkau? Suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN, perisai pertolongan 

Sama seperti yang difirmankan Tuhan melalui Daud, Musa pun menyatakan bahwa Tuhan-lah perisai Israel. Peristiwa dimana Tuhan menjadi perisai Israel terbukti saat mereka dikejar pasukan Firaun di belakang, sementara Laut Teberau menghadang mereka di depan. Tapi di saat krisis itu, malaikat Tuhan dan tiang awan yang tadinya di depan pasukan Israel, pindah ke belakang. 

Demikianlah malaikat Tuhan & tiang awan itu berdiri di antara pasukan Mesir & pasukan Israel sebagai perisai, yang menimbulkan kegelapan pekat sehingga sepanjang malam itu pasukan Mesir tak dapat menjamah orang Israel. Kesempatan itu dipakai Tuhan untuk menyeberangkan orang Israel dengan membelah air laut Teberau sehingga orang Israel berjalan di tanah kering dan selamat sampai di seberang Laut. 

Tuhan terlibat nyata dalam hidup orang Israel, Dia menjadi perisai orang Israel sehingga mereka jaya. Tuhan juga dapat menjadi perisai saudara. Tapi bagaimana agar Dia mau menjadi perisai saudara? 
  • Bila saudara berada dalam jalan yang benar (Amsal 2:7, Mazmur 7:11). Mazmur 18 mengungkap bahwa Tuhan menjadi perisai Daud sehingga ia memperoleh kemenangan atas musuh-musuhnya, dan itu karena Tuhan mau memperlakukan Daud setimpal dengan ketaatan Daud. Artinya, Tuhan dapat menjadi perisai saudara hanya bila saudara ada dalam jalan yang benar atau jalan ketaatan, sama seperti Tuhan bertindak menjadi perisai orang Israel hanya setelah mereka taat pada perintah Tuhan untuk keluar dari Mesir dan berjalan menuruti jalan yang ditunjukkan Tuhan. 
  • Bila saudara percaya (Mazmur 115:11). Tuhan akan bertindak menjadi perisai pertolongan bagi orang yang benar-benar percaya padanya, yang teruji imannya dan tak goyah walau dalam krisis.  
  • Bila saudara berlindung padaNya (Amsal 30:5, Mazmur 18:31). Saudara harus berlindung padaNya dan bukan pada kekuatan diluar Tuhan. Bila Tuhan menjadi perisai saudara maka bahaya atau musuh yang menyerang akan berhadapan langsung dengan Tuhan, jadi aktifkanlah perisai pertolongan saudara mulai sekarang!

Oleh Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi November 2011

Sebelumnya: Perisai Di antara Engkau dan Bahaya (1)

PERISAI DI ANTARA ENGKAU DAN BAHAYA (1)

Seri Khotbah: "Tuhan Perisaiku"

Mazmur 28:6-9 
TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya. 

Saat orang percaya merasa lelah menderita, mereka juga mulai bertanya-tanya “dimanakah Tuhan saat aku dalam bahaya?” Saudara sering mendengar bahwa Tuhan ada di depan saudara untuk menyelamatkan saudara, Dia juga ada di barisan lawan untuk menyerang musuh-Nya. Begitulah, semua komentar yang saudara dengar sering hanya menempatkan Tuhan sebagai pahlawan penyerang yang menyerang musuh untuk saudara. Padahal seorang pahlawan tidak hanya menyerang namun juga bertahan, sebab pertahanan yang kuat adalah kunci kemenangan. Kita juga perlu mempertanyakan, mengapa orang hanya mengatakan bahwa Tuhan ada di depan kita untuk menyelamatkan kita, bukankah bahaya bisa datang dari mana saja?

Daud seorang tentara yang handal mengerti hal itu. Firman Tuhan di atas memperlihatkan pada kita, bahwa untuk mendapat kemenangan dalam hidupnya, Daud tak hanya mengandalkan Tuhan sebagai kekuatannya namun Daud juga mengandalkan Tuhan sebagai perisainya. Perisai adalah senjata untuk melindungi diri dan mempertahankan diri dari serangan musuh. Saat senjata musuh menyerang, prajurit akan berlindung di balik perisai, ia akan menempatkan perisai untuk menghadang dan menangkis senjata musuh. Prajurit itu terlindungi karena ada perisai di antara dia dan bahaya. 

Begitulah maksud Daud dalam ayat ini, bahwa Tuhan sebagai perisai mempunyai makna bahwa Tuhan berdiri diantara Daud dan bahaya yang mengancamnya. Tak masalah apakah serangan itu datang dari depan, belakang, kiri, kanan atau dari atas & bawah, sebab Tuhan akan berada di antara dia & bahaya, sehingga bahaya yang datang dari arah manapun tak membuat Daud binasa, karena Tuhan berdiri sebagai perisai.

Jadi saudaraku, saat bahaya mengancam, tenanglah, jangan bingung dimanakah Tuhan saat itu...karena Tuhan sebagai perisaimu tak hanya ada di depanmu namun Tuhan ada di mana saja, entah itu di belakang, di kiri, di kanan, atau di atasmu, yang pasti Tuhan akan ada di antara ENGKAU dan bahaya untuk membantuMu bertahan dan melindungiMu!  

kemenanganMU dI hidup ini tergantung dari seberapa kuat pertahananMU, maka andalkanlah Tuhan sebagai perisai pertahananmu

Selanjutnya: "Perisai di antara Engkau dan Bahaya (2)

Oleh Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi November 2011 

Jumat, 24 Agustus 2012

BERKAT-BERKAT ROH KUDUS DALAM HIDUP ORANG PERCAYA (5)

Seri Khotbah Tentang "Roh Kudus"

ROH KUDUS MEMBANTU ORANG PERCAYA BERDOA 

Roma 8:26-27 
Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. 

Beny sangat kuatir dengan keadaannya sekarang. Bagaimana tidak kuatir, saat ini ia tersesat di gunung, ia terpisah dari teman-temannya karena terjatuh di salah satu jurang sementara handphone canggihnya rusak dan tak dapat menangkap sinyal satupun untuk memberitahu teman-temannya dimana lokasinya. Sudah 3 hari ia terjebak di jurang yang dalam itu, kekurangan makanan & obat-obatan, sehingga luka-lukanya membuat ia terserang demam tinggi. Ayahnya seorang pejabat yang dapat mengerahkan semua sumber daya untuk mencarinya, namun apa gunanya bila dia tak bisa memberitahu letak lokasinya? Beny sudah sering mendengar berita tentang pendaki gunung yang hilang di gunung ini dan tak pernah ditemukan. Tak ada yang dapat dilakukannya selain berdoa, Tuhanlah harapan satu-satunya Beny. 

Pernahkah saudara mengalami banyak kesukaran sehingga tak ada yang dapat saudara hubungi untuk minta bantuan seperti Beny atau sekedar untuk curhat? Atau pernahkah ada satu titik dimana saudara tak tahu lagi harus berdoa bagaimana, atau semua kalimat doa yang ingin saudara ucapkan terlalu banyak dan memenuhi pikiran sehingga saudara tak tahu bagaimana mengatakannya? 

Barbara Warden menjadi salah satu korban saat kebakaran besar terjadi di Kalifornia, Oktober 2007, dimana 2.000 rumah habis oleh si jago merah. Barbara hanya sempat menyelamatkan foto-foto serta jam kuno warisan ayahnya. Saat bersaksi di gerejanya, ia bersyukur karena tidak ada anggota keluarganya yang cedera dan ia berkata "Di dalam Tuhan, kita selalu menemukan banyak alasan untuk bersyukur walau pada masa sulit sekalipun."

Roh Kuduslah yang membantu Barbara melalui masa-masa tersulit akibat kebakaran tersebut, dimana ia mencurahkan segenap pergumulannya dalam doa. Karena setiap orang percaya memiliki 2 pengantara Ilahi yang mendoakan mereka, yakni:
  • Kristus berdoa bagi orang percaya di dalam sorga (Roma 8:34, 1Yohanes 2:1).
  • Roh Kudus berdoa bagi orang percaya & di dalam orang percaya di bumi (Roma 8:26-27). Roh Kudus berdoa syafaat bagi kita, Ia memohon kepada Allah bagi keperluan kita "sesuai dengan kehendak Allah bagi kita."
Saat kesukaran hidup menerpa atau saat kita menyadari dosa-dosa kita yang besar, hati kita mungkin tak mampu menanggungnya, mulut kita pun tak mampu mengucapkan doa dan hanya air mata yang bicara. Di saat-saat seperti itu Roh Kudus sendiri yang menghadap Allah untuk memohonkan bagi kita dan Allah mengerti kemauan Roh itu. Dengan demikian  keluhan & permohonan kita yang tak terucapkan dan hanya diwakili oleh air mata, dapat berubah menjadi doa dan dapat sampai kepada Allah oleh pertolongan Roh Kudus. Maka hasilnya, kita memperoleh semangat kita lagi, kita dihiburkan, kita bisa bersyukur kepada Tuhan meski sesuatu yang sulit kita alami dan bisa memandang hari esok ada harapan.

Doa merupakan salah satu bentuk persekutuan dan komunikasi orang percaya dengan Allah, sehingga orang percaya diperintahkan untuk berdoa (Yesaya 55:6). Tuhan menghimbau orang percaya untuk tak kuatir melainkan mengungkapkan keinginan mereka kepada Allah dalam doa, permohonan dengan ucapan syukur (Filipi 4:6). Doa yang benar akan membuka pintu bagi orang percaya. Tapi, bagaimana doa yang benar itu?

Salah satu ciri doa yang benar yang akan membuka pintu bagi orang percaya ialah berdoa dalam Roh, karena Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:23-24), itulah yang dikatakan Tuhan Yesus. Rasul Paulus serta Yudas juga mengatakan agar orang percaya berdoa setiap waktu di dalam Roh (Efesus 6:18, Yudas 1:20). 

Untuk berdoa dalam Roh, orang tak harus pandai menghafal kalimat doa, orang juga tak harus menguasai kata-kata indah untuk berdoa. Sebab  yang dimaksud BERDOA DALAM ROH yakni, kita harus berdoa pada Allah dengan dengan hati yang sungguh-sungguh dan roh yang sepenuhnya mau berserah, mau diarahkan, dituntun, dan dikuasai oleh Roh Kudus. 

Salah satu ekspresi berdoa dalam Roh yaitu keluarnya NYANYIAN ROH dari mulut kita (Efesus 5:19c). Nyanyian Roh ini yaitu nada-nada yang spontan keluar dari roh kita yang kita naikkan pada Tuhan saat kita menyembah-Nya. Nada-nada spontan ini memiliki kebebasan berekspresi sesuai dengan bagaimana roh itu tergerak untuk menaikkannya, jadi nyanyian Roh ini bersifat sangat pribadi, seperti hubungan orang percaya dengan Allah yang juga bersifat pribadi. Karena itu, saudara tak perlu kuatir tak bisa berdoa, sebab Roh Kudus akan menolong anda dalam berdoa, maka berdoalah senantiasa. 

Selanjutnya: "Berkat-Berkat Roh Kudus (6)"
Sebelumnya: "Berkat-berkat Roh Kudus (4)"

Oleh Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi Juni 2012

BERKAT-BERKAT ROH KUDUS DALAM HIDUP ORANG PERCAYA (4)

Seri Khotbah Tentang "Roh Kudus"

ROH KUDUS MEMENUHI ORANG PERCAYA

Efesus 5:18 
Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh 

Pertobatan H.C. Morrison, pendiri Asbury Theological Seminary terjadi ketika pada suatu hari Morrison sedang bekerja membajak sawah, lalu melihat seorang pendeta tua yang saleh lewat dengan kudanya. Saat melihat orang tua itu lewat, Morrison sadar dosanya yang sangat besar hingga ia tersungkur, lalu saat itu juga ia menyerahkan hidupnya pada Allah. 

Meski tidak melakukan apapun, kehidupan pendeta tua itu membuat Morrison bertobat. Kejadian semacam ini hanya dapat terjadi karena pendeta tua tersebut penuh dengan Roh Kudus. Jadi Roh Kudus tak hanya mengajar, memimpin namun juga memenuhi orang percaya. “Memenuhi” artinya Roh Kudus mengontrol, mengendalikan, menguasai orang percaya sepenuhnya. Orang yang penuh dengan Roh Kudus akan menghasilkan:
  • Buah Roh sebagai karakter Ilahi mereka (Galatia 5:22-23), yaitu: kasih, sukacita, damai, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,  kelemahlembutan, penguasaan diri. Nasihat Paulus pada jemaat Galatia agar mereka memiliki buah Roh dilatarbelakangi perselisihan di jemaat Galatia sehingga Paulus hanya menyebut buah Roh yang seharusnya menggantikan perselisihan itu. Jadi bukan maksud Paulus buah Roh hanya ada 9. Buah Roh tentu tidak terbatas 9 buah saja sebab masih ada buah Roh yang tak disebut Paulus seperti ketulusan, kesucian, kebenaran dsb. Buah Roh atau karakter Ilahi ini membuat kita serupa dengan Kristus, sehingga meski usia kita menua, daya tahan tubuh kita menurun, namun hidup kita tetap jadi kesaksian yang baik, sehingga orang lain bertobat, seperti yang terjadi pada hidup pendeta tua yang membuat Morrison bertobat. 
  • Orang yang dipenuhi Roh Kudus juga diberi kekuatan atau kuasa Ilahi untuk pelayanan yang membuat mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan besar melebihi Yesus (Yohanes 14:12), menjadi saksi sampai ke seluruh bumi (Kisah Rasul 1:8).
Namun tak semua orang percaya terus dipenuhi Roh Kudus, sebab bila orang percaya gagal untuk setia dipimpin Roh Kudus maka mereka tidak akan penuh dengan Roh Kudus lagi, dan untuk dipenuhi kembali harus melalui penyerahan hidup terus-menerus pada pimpinan Roh Kudus dan berkemenangan atas dosa (Galatia 5:16-25).

Oleh Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi Juni 2012

Jumat, 17 Agustus 2012

APAKAH TUHAN MEMUKUL SAMPAI HANCUR?

Yesaya 28:26-29 

Sebab jintan hitam tidak diirik dengan eretan pengirik, dan roda gerobak tidak dipakai untuk menggiling jintan putih, tetapi jintan hitam diirik dengan memukul-mukulnya dengan galah, dan jintan putih dengan tongkat. 

Seorang teman yang mengalami kesusahan, bertanya pada saya: "Apakah Tuhan memukul saya sampai hancur?"  Jawabannya tentu tidak!  Tuhan takkan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita (1Korintus 10:13). Yah...itu adalah jawaban klasik dan mungkin saudara bosan mendengarnya, tapi jawaban apa yang saudara inginkan kalau memang benar begitu adanya? 

Kebijaksanaan Tuhan dalam menangani anak-anakNya oleh nabi Yesaya dilukiskan seperti petani menangani biji-bijian.


Pertama, TUHAN MEMPROSES ANDA SESUAI KEKUATAN ANDA. 

Sama seperti Tuhan mengajari petani untuk menggunakan perkakas-perkakas pengirikan yang tepat untuk masing-masing jenis biji, demikianlah  TUHAN TIDAK MEMPROSES ANAK-ANAKNYA DENGAN CARA YANG SAMA  TETAPI SESUAI KEKUATAN atau DAYA TAHAN MEREKA (Yesaya 28:26-27). 

Yesaya 28:26-27 Mengenai adat kebiasaan ia telah diajari, diberi petunjuk oleh Allahnya. Sebab jintan hitam tidak diirik dengan eretan pengirik, dan roda gerobak tidak dipakai untuk menggiling jintan putih, tetapi jintan hitam diirik dengan memukul-mukulnya dengan galah, dan jintan putih dengan tongkat.

Gandum diirik dengan eretan pengirik & roda gerobak. Tetapi jintan tidak diirik dengan eretan pengirik, sebab eretan pengirik terlalu tajam untuk jintan & akan menyebabkan jintan hancur lebur. Jintan juga tidak diirik dengan roda gerobak, sebab jintan juga akan mudah hancur. Tetapi jintan diirik dengan memakai galah atau tongkat. 

Demikianlah...Tuhan tidak memproses anak-anak-Nya dengan cara yang sama, tetapi sesuai kekuatan atau daya tahan mereka. Ada anak yang fisik & mentalnya kuat, namun ada yang lemah, dan orangtua yang baik tahu cara mendidik dan memperlakukan mereka. Terlebih Bapa,  Dia adalah perancang saudara, maka Dia paling tahu seberapa besar kekuatan saudara dan tahu cara memperlakukan saudara.   


Kedua, TUHAN BERHATI-HATI MEMPROSES ANDA KARENA DIA MENGHARAPKAN HASIL DARI PROSES TERSEBUT.

Yesaya 28:28-29 Apakah orang waktu mengirik memukul gandum sampai hancur? sungguh tidak, orang tidak terus-menerus memukulnya sampai hancur! Dan sekalipun orang menjalankan di atas gandum itu jentera gerobak dengan kudanya, namun orang tidak akan menggilingnya sampai hancur. Dan inipun datangnya dari TUHAN semesta alam; Ia ajaib dalam keputusan† dan agung dalam kebijaksanaan.

Sama seperti Tuhan mengajari petani agar tidak mengirik padi sampai hancur sebab petani menginginkan hasil, sehingga ia mengirik dengan tepat supaya tidak membuat biji padi itu hancur, demikianlah Tuhan kita mengharapkan hasil atau buah kebenaran dari proses yang dilakukannya pada saudara, sehingga TUHAN BERHATI-HATI & TIDAK SEWENANG-WENANG DALAM MEMPROSES SAUDARA, Dia tak biarkan SAUDARA SAMPAI HANCUR! 

Oleh: Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup berkemenangan edisi Oktober 2011
 

Kamis, 16 Agustus 2012

RAHASIA DIBALIK DOA: “JADILAH KEHENDAK-MU”

Seri Khotbah Tentang "Doa"

Matius 6:10 

datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu dibumi seperti disorga. 

Satu kali anak saya berkata: “ya sudah Pa sekarang aku mau nurut Papa.” Saat anak saya  berkata begitu artinya ia menyediakan dirinya untuk dididik dengan cara saya. Begitu pula saat kita berkomitmen untuk menuruti Allah Bapa kita. 

Saat Tuhan Yesus mengajar murid-muridNya berdoa, salah satu perkataan yang diajarkan-Nya adalah agar murid-muridNya mengatakan “jadilah kehendak-Mu dibumi seperti di surga.” Apakah kalimat ini terdengar biasa saja? Sebenarnya, bila saudara berdoa demikian, artinya saudara menyediakan diri dan mempersilahkan Tuhan untuk melaksanakan kehendak-Nya terhadap saudara dengan CARA-NYA. 

Segera setelah berdoa demikian, maka bumi akan bergerak mengikuti surga, artinya, apa yang Tuhan putuskan di surga mengenai saudara...akan terjadi atau tergenapi di bumi. Dan yang lebih penting lagi cara Tuhan yang seringkali berbeda dengan cara saudara itu akan diterapkan-Nya pada saudara, keinginan Tuhan yang seringkali berbeda dengan keinginan saudara juga akan diterapkan-Nya pada saudara. 

Pertanyaannya: siapkah saudara bila seandainya cara Tuhan dan keinginan Tuhan itu membuat daging saudara sakit? Memang, cara-Nya mungkin membuat sakit daging saudara, tapi saudara tidak perlu kuatir dengan “rasa sakit” yang akan saudara alami, karena saat kehendak Tuhan mulai diterapkan kepada saudara...saat itu pula Tuhan memberi kekuatan pada saudara agar dapat menanggungnya, sehingga saudara akan menghadapinya bersama Tuhan, saudara akan dihiburkan. 

Tuhan Yesus juga berdoa demikian di Getsemani (Matius 26:42), Dia menyerah kepada kehendak Bapa. Dan doa itu dijawab dengan kekuatan untuk menanggung penderitaanNya (Lukas 22:43). Lagipula, hasilnya akan luar biasa, sebab bila saudara bertahan dalam kehendak-Nya maka bumi akan bergerak mengikuti surga, dimana seluruh rencana Tuhan bagi saudara akan tergenapi dibumi dan saudara menjadi salah satu dari sedikit orang yang dibanggakan-Nya. Jadi...jangan ragu mengucapkan: jadilah kehendakMu.” Amen.  


Oleh: Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi Oktober 2011 

Jumat, 03 Agustus 2012

YOUR LABOR IS NOT VAIN

Jerih payahmu tidak sia-sia 

1 Korintus 15:58  
...Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. 

Untuk apa manusia berjerih payah? Apakah semata-mata untuk hidup di dunia ini? Bila demikian, maka sia-sialah manusia berjerih payah karena manusia akan kembali kepada debu, seperti yang telah difirmankan Tuhan: "dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil, sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu" (Kejadian 3:19).

Banyak orang akhirnya bunuh diri karena gagal mengetahui jawaban dari pertanyaan ini. Sehingga tatkala jerih payah mereka di dunia ini gagal, maka mereka ingin mengakhiri hidupnya. Dari data WHO tahun 2005-2007, sedikit­nya 50 ribu orang Indonesia melakukan bunuh diri. Persentasenya terus meningkat hingga tahun 2011. Jepang yang dijuluki bangsa bunuh diri lebih dari 30 ribu penduduk­nya bunuh diri setiap tahun. Di Li­thua­nia 45 orang dari tiap 100 ribu penduduk bunuh diri. Menurut harian Sinar Harapan 10% orang bunuh diri dengan alasan tidak jelas, 25% karena menderita ketidakstabilan mental dan 40% karena mengikuti ego atau emosi.

Bila manusia berjerih payah dan hidup bagi kemuliaan dunia ini maka ketika ia gagal di dunia ini, jerih payahnya sebelumnya akan sia-sia. Selain itu bila manusia berjerih payah dan hidup bagi kemuliaan dunia ini, maka jerih payah manusia itu sangat terbatas gunanya sebab ketika ia kembali jadi debu maka jerih payah itupun turut lenyap.

Karena itu saudara, Seharusnya SAUDARA berjerih payah dan hidup bagi Tuhan. Dengan begitu maka meski saudara gagal namun jerih payah dan airmata saudara selama di dunia tak sia-sia, sebab upah saudara ada di surga. Seluruh perjalanan hidup saudara juga tak akan dapat dihentikan oleh apapun baik itu oleh kegagalan, penderitaan ataupun kematian. Sebab sekalipun saudara telah tertidur dalam debu namun akan bangun untuk mendapat bagian dalam kerajaan-Nya dan hidup kekal, seperti yang dikatakan Firman Tuhan ini: "Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman" (Daniel 12:13).

Oleh Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi September 2011

Kamis, 02 Agustus 2012

FIGHT TO THE END

BERJUANG SAMPAI AKHIR 

2Samuel 23:9-12 
...padahal orang-orang Israel telah mengundurkan diri. Tetapi ia bangkit dan membunuh demikian banyak orang Filistin sampai tangannya lesu dan tinggal melekat pada pedangnya. TUHAN memberikan pada hari itu kemenangan yang besar. 

Peristiwa ini terjadi pertengahan Maret menjelang musim menuai, dimana tentara  Filistin hendak menduduki Lehi dan merampok bahan makanan orang Israel. Tentara Israel melarikan diri tapi Daud dan 3 ksatria-nya tetap berjuang.  

Inilah 3 ksatria Daud yang tetap berjuang sampai akhir: ksatria ke-1 Isybaal membunuh 800 orang dalam pertempuran tersebut. Ksatria ke-2 Eleazar, meski tentara Israel lari, Eleazar justru BANGKIT dan BERJUANG sendiri sampai tangannya lelah dan pedangnya melekat ditangannya (ayat 10). Membaca ini membuat saya teringat “Gambaru” yaitu falsafah orang Jepang yang artinya berjuang sampai darah penghabisan. Jepang terkenal dengan masyarakatnya yang gigih-bersemangat-serta mampu bangkit kembali dari keterpurukan. Ksatria ke-3 Shammah, tentara Israel juga meninggalkan Shammah sendiri, tetapi Shammah BERDIRI MEMPERTAHANKAN ladang itu SAMPAI AKHIR dari tentara Filistin (ayat 12). Perjuangan Daud bersama 3 ksatria tersebut membuahkan hasil, dimana mereka dapat mempertahankan Lehi dan bahan makanan Israel tidak jatuh pada tentara Filistin.

Namun kemenangan itu bukan karena kekuatan para pahlawan Daud. Dari Tuhanlah kemenangan itu berasal (ayat 10-12: "Tetapi ia bangkit dan membunuh demikian banyak orang Filistin sampai tangannya lesu dan tinggal melekat pada pedangnya. TUHAN memberikan pada hari itu kemenangan yang besar... . maka berdirilah ia di tengah-tengah ladang itu, ia dapat mempertahankannya dan memukul kalah orang Filistin. Demikianlah diberikan TUHAN kemenangan yang besar."). 

Lagipula, saudara ingat bukan bagaimana Tuhan membunuh 185.000 tentara Asyur sementara tentara Israel sedang tak berdaya (2 Raja-Raja 19:35)? Jadi tanpa pahlawan-pun Tuhan sanggup mengalahkan dan menang atas musuh-Nya. Namun Tuhan ingin memberi kemenangan-Nya pada saudara dan ingin mengangkat saudara, itulah tujuan Tuhan. Syaratnya: saudara harus bersedia BANGKIT, BERTAHAN dan BERJUANG SAMPAI AKHIR. Kalau saudara lari, tentu Tuhan tak dapat memberikan kemenangan itu.

Jadilah ksatria saudaraku, Rise up-stand up and fight to the end, you won’t be sorry; you’ll be saved. Bangkitlah, bertahanlah dan berjuanglah sampai akhir, saudara takkan menyesal karena saudara akan diselamatkan. 

Oleh Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi September 2011

Rabu, 01 Agustus 2012

UNLUCKY DAY ???

Hari sial

2 Samuel 22:19-26 
Mereka menghadang aku pada hari sialku, ... 

Pada ayat diatas Daud berkata tentang hari sial... . Apakah itu berarti Daud percaya bahwa ada hari sial? Dan bolehkah kita percaya bahwa ada hari tertentu sebagai hari sial? 

Berdasar riset Dr Donald Dossey seorang psikoterapi di bidang “phobia,” di AS lebih dari 21 juta orang memiliki penyakit “paraskevidekatriaphobia” yaitu rasa takut akan hari Jumat tgl 13. Dan menurut laporan “The Stress Management Center and Phobia Institute” di Asheville – AS, tenyata tiap hari Jumat tanggal 13, ekonomi AS mengalami kerugian antara 800-900 juta AS$, karena banyak orang enggan travelling atau berbisnis. Di Spanyol, hari Selasa tanggal 13 dianggap hari sial. ShakkĊ dan Butsumetsu juga hari sial bagi sebagian orang Jepang dan pantang memulai bisnis/menikah pada hari itu.

Saudaraku, ungkapan “hari sial” dalam ayat di atas sama dengan “hari berawan” yaitu metafora yang menggambarkan masa kesusahan/kesesakan yang tak tentu waktunya. Kata “hari” juga bisa berarti 1 hari, berhari-hari bahkan bertahun-tahun. Jadi, perkataan Daud pada ayat di atas  tidak menunjuk ada hari tertentu yang selalu membawa kesusahan. 

Bukankah semua orang pernah mengalami kesusahan? Tuhan sendiri tak menjanjikan kita bebas dari kesusahan atau bebas dari pencobaan, justru Tuhan  berjanji akan ada kesusahan dan penderitaan bahkan pencobaan dan ujian bagi orang percaya, namun Tuhan juga berjanji menyertai orang percaya dalam kesusahan sehingga mereka dapat bertahan & menang atasnya. Artinya, anak Tuhan pun tak luput dari kesusahan, anak Tuhan pun harus menghadapi kesusahan. 

Jadi, bukan kesusahan (kesialan) yang harus saudara saudara takuti, tetapi bagaimana saudara dapat menghadapi kesusahan itu dan menang atas kesusahan itu. Dan inilah yang harus saudara lakukan:  
  • Bersandarlah pada Tuhan (ayat 19: "Mereka menyerang aku waktu aku ditimpa bencana tetapi TUHAN menjadi penolongku").
  • Hiduplah setia sesuai perintah Tuhan, maka Tuhan akan membalas kesetiaan saudara dengan menolong saudara ketika kesusahan melanda (ayat 20-26: "Ia melepaskan aku dari bahaya dan menyelamatkan aku karena Ia berkenan padaku. TUHAN membalas perbuatanku yang benar; Ia memberkati aku sebab aku tidak bersalah. Aku mentaati perintah TUHAN, dan tidak berpaling dari Allahku. Semua hukum-Nya kuperhatikan, perintah-perintah-Nya tidak kulalaikan. Ia tahu bahwa aku tidak bercela dan menjauhkan diri dari kesalahan. Maka TUHAN membalas perbuatanku yang benar sebab Ia tahu aku tidak bersalah. TUHAN, Engkau setia kepada orang yang setia dan baik kepada orang yang baik.")
Oleh: Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi September 2011
 

Sabtu, 30 Juni 2012

JALAN BERPUTAR (2)

Seri Khotbah Tentang "Jalan Berputar"

JALAN BERPUTAR (2)

Keluaran 13:17-22

Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir (ayat 18)

Orang tentu ingin mencari jalan terdekat untuk sampai di tujuan agar menghemat waktu maupun biaya, benar bukan? Padahal jalan terdekat & jalan pintas itu belum tentu baik. Orang juga ingin yang instan meski yang instan itu belum tentu baik. Orang juga ingin mimpinya cepat tercapai, ingin cepat melesat mencapai tujuannya. Itu sebabnya anak Tuhan kadang sedih mengapa jalan hidupnya harus berliku-liku dan berkata: “mengapa jalan hidupku harus begini?” 

Umat Israel juga mengalami hal yang sama. Tuhan tak langsung memimpin mereka melalui jalan tercepat untuk sampai ke Kanaan, tapi Ia memimpin mereka berjalan berputar melalui padang gurun. Kita telah belajar sebelumnya bahwa hal ini dilakukan Tuhan karena Tuhan telah mengukur kekuatan orang Israel. Kali ini kita akan belajar hal yang lain dari kisah ini.

Alasan kedua mengapa Tuhan membawa umat Israel pada jalan berputar dan bukan jalan terdekat ialah karena Tuhan juga ingin umat Israel belajar mempercayai cara-NYA memimpin mereka. 

Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa Tuhan sendirilah yang berjalan di depan umat Israel dalam tiang awan & tiang api (ayat 21). Umat Israel sudah percaya pada janji Tuhan, hal ini ditunjukkan dengan kemauan mereka keluar dari Mesir bahkan mereka juga membawa tulang-tulang Yusuf (ayat 19). Tetapi….percaya pada janji Tuhan saja tidak cukup bila mereka tidak percaya pada cara Tuhan. Tuhan ingin menepati janjiNya, tapi itu hanya akan terjadi bila dilakukan sesuai dengan caraNya, bukan cara orang Israel sendiri. 
  
Saudaraku, kita sekarang juga sedang dipimpin Tuhan mengarungi padang gurun dunia ini. Dan tiang awan atau tiang apinya adalah Firman Tuhan, seperti yang dikatakan Mazmur 119:105 "Firman-Mu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." Tuhan juga memberikan Roh Kudus untuk memimpin kita.

Mengikut Tuhan berarti memberi diri dipimpin oleh Tuhan. Dan memberi diri dipimpin oleh Tuhan artinya mengikuti dan mempercayai sepenuhnya cara-cara Tuhan. Itulah syarat mutlak. Namun hasilnya sungguh tak mengecewakan, karena sama seperti orang Israel disertai serta dilindungi oleh Tuhan sepanjang mereka mentaati pimpinan-Nya, maka begitu pula kita.

Mungkin saat ini saudara belum dapat melihat gambaran yang indah dari jalan Tuhan yang berputar itu, karena gambaran itu baru bisa saudara lihat nanti setelah proses itu berlalu dan saudara merasakan manfaatnya. Jadi percayailah & taatilah cara Tuhan yang diterapkanNya pada saudara agar janji Tuhan terlaksana seperti kehendakNya. Amin.

Sebelumnya: Jalan Berputar (1)


JALAN BERPUTAR (1)

Seri Khotbah Tentang "Jalan Berputar"

JALAN BERPUTAR
Oleh: Edy Siswoko

Keluaran 13:17-22
Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: "Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir." (ayat 17)

Setelah keluar dari Mesir, Tuhan tidak menuntun orang Israel melintasi jalur Gaza, yaitu jalan yang menuju perbatasan Mesir dan Filistin, walau itu jalan terdekat menuju tanah perjanjian.  

Selama ini kita sering dengar bahwa orang Israel membutuhkan waktu 40 tahun untuk dapat masuk tanah Kanaan dan berputar-putar di padang gurun dikarenakan kekerasan hati mereka. Ya benar, itu memang salah satu penyebabnya. Namun jalan berputar tidak selalu buruk, mari kita melihat sisi baiknya, dimana kita bersyukur Musa juga menuliskan alasan Tuhan membuat orang Israel menempuh jalan berputar. 

Alasan Tuhan yang pertama membuat orang Israel menempuh jalan berputar adalah karena Tuhan telah mengukur kekuatan & kelemahan mereka.

Tindakan Tuhan ini berdasarkan kemahatahuanNya, dimana sejak awal Tuhan tahu apa yang akan terjadi yaitu bahwa orang Israel akan menyesal bila menghadapi peperangan. Sebab jalur ini memang akan membuat mereka bertempur dengan pasukan Mesir di perbatasan atau dengan orang Filistin yang ahli berperang dan mempunyai persenjataan yang lebih maju.

Berdasarkan pertimbangan tentang kekuatan & kelemahan orang Israel tersebut Tuhanpun membuat keputusan untuk menghindarkan orang Israel dari pertempuran. Apakah artinya ini? Firman Tuhan ini menjamin kita bahwa:  
  • Tuhan tak biarkan anak-anakNya berperang sebelum mereka siap. Secara manusia orang Israel sudah siap perang (ayat 18) tapi di Mata Tuhan mereka belum siap perang, mereka masih lemah secara mental maupun fisik. Mental mereka mental budak yang mudah takluk, mudah menyerah, mudah putus asa. Fisik mereka juga fisik seorang budak pembuat batu bata yang tidak punya skill atau keahlian perang, sehingga takkan mampu melawan tentara Mesir ataupun tentara Filistin yang sudah lama mahir berperang. Peperangan tanpa kesiapan akan membawa penyesalan dan dapat membawa kembali ke perbudakan. Demikianlah Tuhan takkan biarkan saudara menghadapi pencobaan atau pergumulan sebelum saudara siap menanggungnya.  
  • Tuhan tahu saat yang tepat. Tuhan tahu saat yang tepat kapan orang Israel siap berperang, terbukti beberapa waktu kemudian mereka disuruh melawan Amalek dan menang (Keluaran 17:8-16). 
Ada saatnya Tuhan menghindarkan saudara dari pergumulan, tapi ada saatnya saudara harus menghadapi pergumulan. Semua itu karena Tuhan sudah mengukur kekuatan & kelemahan saudara, sehingga bila Tuhan ijinkan saudara bertemu masalah, itu artinya Tuhan mengukur saudara mampu menanggungnya bahkan mengalahkannya. Jadi, jangan menyerah dengan masalah, Tuhan sudah mengukur kekuatan saudara

Selanjutnya: Jalan Berputar 2


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More