THE ARROW OF VICTORY

Berkatalah Elisa: "Panahlah!" Lalu dipanahnya. Kemudian berkatalah Elisa: "Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN, anak panah kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap."

INCOMPLETE VICTORY

Berkatalah Elisa: "Panahlah!" Lalu dipanahnya. Kemudian berkatalah Elisa: "Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN, anak panah kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap."

SEPERTI HUJAN YANG MENGALIR

Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

INCORRUPTIBLE SEED

1 Petrus 1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

JALAN BERPUTAR

Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: "Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir."

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Agustus 2016

ANGGUR TUA

ANGGUR TUA
oleh: Edy Siswoko

Lukas 5:36-39
“Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik." (ayat 38-39)

Tahun 1967 saat perang Vietnam, AS memakai bom-bom lama/tua. Keputusan memakai bom-bom tua itu terbukti sangat merugikan AS, karena suatu hari tanggal 29 Juli 1967, bom-bom tua itu memicu bencana besar bagi AS, nyawa 134 tentara melayang dan AS menderita kerugian lebih dari 72 juta dolar. Sejak peristiwa itu AS jadi jera dan tak pernah lagi memakai bom tua dalam perang.

Dalam bacaan kita hari ini, Yesus bicara tentang anggur baru harus disimpan di kantong kulit baru. Kantong kulit tua tak punya daya pegas sehingga tak bisa dipakai menyimpan anggur baru. Anggur tua telah difermentasi dan mengandung alkohol, sedang anggur baru masih belum difermentasi, masih murni. Makanya orang yang telah minum anggur tua tak akan ingin anggur yang baru sebab ia pasti menganggap anggur tua lebih enak. Anggur tua (difermentasi) mewakili ajaran Taurat yang telah dicampur tradisi & dongeng oleh orang Yahudi, sedang anggur baru (tidak difermentasi) ialah ajaran Yesus yang merupakan pernyataan baru dan murni dari Allah.

Seperti orang Farisi & guru-guru agama menolak ajaran Yesus karena lebih menyukai hukum Taurat yang telah mereka campur dengan tradisi, begitu pun sampai sekarang masih ada orang Kristen yang masih memakai kantong tua yakni: masih terikat dengan tradisi, cara hidup manusia lama, dan nilai-nilai falsafah duniawi, yang bertentangan dengan Injil. Padahal Injil ialah pernyataan baru Allah dan harus diungkapkan dengan cara penyembahan dan cara ibadah yang baru. Seperti AS yang memakai bom tua yang ternyata mendatangkan maut, begitulah bila kita memelihara kebiasaan dan nilai-nilai lama yang bertentangan dengan Injil, hal itu akan mengantarkan kita pada maut.

Beribadahlah pada Tuhan dengan benar, bukan dengan tradisi dan dongeng

Rabu, 22 Juli 2015

ARIEL


ARIEL

Yesaya 29:1-4
Aku akan menyesakkan Ariel, sehingga orang mengerang dan mengaduh, dan kota itu akan seperti perapian bagi-Ku (ay. 2)

Alangkah baiknya bila orang tua tak hanya memilih nama yang keren bagi anaknya tapi juga tahu artinya & memberitahu anaknya, agar anaknya bersikap sesuai nama mereka yang indah. Sebab ada orang-orang bernama bagus tapi tak sesuai perbuatannya, contohnya seorang vokalis band musik terkenal di Indonesia yang pernah menjadi pelaku video mesum. Begitu pula penduduk kota Yerusalem, yang sering disebut sebagai Ariel.

Nama Ariel berarti “singa dari Allah” atau “Pemenang Allah” dan sering dipakai sebagai nama diri orang Yahudi (Ezra 8:16). Ariel juga merupakan nama lain untuk Yerusalem, yang artinya yaitu “mezbah Allah” (Yeh. 43:15-1), tempat penyembahan terhadap Allah. Tapi dalam nats yang kita baca di atas, Yesaya menubuatkan dosa-dosa Yerusalem akan menyebabkannya terbakar dalam api, karena mereka selalu merayakan hari-hari raya mereka tanpa pernah lalai, namun tangan mereka berlumur dosa. Ibadah palsu itulah yang menyebabkan api hukuman Allah membakar Yerusalem. Nubuat ini digenapi tahun 700 SM saat Asyur membakar kota itu.

Kisah tersebut mengingatkan, betapa sering kita beribadah tapi tak sungguh-sungguh dalam bertobat dan malah kembali pada dosa lama. Orang percaya sering disebut sebagai umat pemenang, tapi bila dalam hidup ini kita membangun mezbah palsu dengan ilah-ilah materi dan nafsu sebagai pusat pemujaan kita, maka dari situlah kekalahan & kehancuran kita dimulai.

Ibadah palsu membawa kehancuran,
ibadah sejati membawa kemenangan

Selasa, 21 Juli 2015

CARA MENIKMATI HIDUP


HATI YANG SELALU BERPESTA

Amsal 15:13-18
Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta (ay. 15)

Kita sering mendengar ungkapan yang terkenal “hati yang gembira adalah obat.” Ungkapan itu benar, bahkan dunia medis pun mengakuinya. Suasana hati yang selalu gembira akan membantu kesembuhan pasien. Namun sebenarnya ada manfaat lainnya dari hati yang gembira.


Ayat renungan kita di atas menyatakan bahwa orang yang gembira hatinya selalu berpesta. Ungkapan “hati yang gembira” tidak hanya bicara suasana hati, namun juga menunjuk pada mind (pikiran) dan psyche (jiwa)  yang penuh sukacita serta pola pikir yang sehat sesuai Firman Tuhan. Sedangkan ungkapan selalu berpesta” di sini tidak secara harafiah berarti berpesta-pora namun menggambarkan orang yang dapat menikmati hidup. Jadi, Amsal ini menyatakan bahwa: orang yang hatinya penuh sukacita dan mempunyai pola pikir sehat sesuai Firman Tuhan, akan selalu menikmati hidup apapun keadaan yang dialaminya.

Ayat renungan kita di atas juga menyatakan bahwa hari orang berkesusahan buruk semuanya. Artinya bahwa keadaan hati & jiwa yang sedih serta pikiran yang tidak sehat menyebabkan semua hal dan peristiwa tampak seperti bencana meskipun yang dialami hanya masalah sepele. Tidak semua orang dapat menikmati hidup, benar bukan? Itulah pentingnya menjaga hati & jiwa kita tetap bersukacita dan menjaga pikiran tetap sehat sesuai Firman, sehingga meski keadaan tidak berjalan seperti harapan kita namun kita tetap bersemangat dan berbahagia.


Kunci untuk menikmati hidup adalah dengan memiliki hati yang penuh sukacita

Jumat, 12 Oktober 2012

DOA YANG TIDAK BERTELE-TELE

Seri Khotbah Tentang "Doa"

DOA BERTELE-TELE 

Matius 6:7-8   
Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.   

Ada banyak definisi doa yang benar & berkenan, salah satunya yang baru kita baca adalah doa yang tidak bertele-tele. Tuhan dengan jelas melarang umatNya berdoa bertele-tele. 

Apa yang dimaksud Tuhan Yesus dengan doa bertele-tele? Doa bertele-tele yang dimaksud Tuhan Yesus adalah seperti kebiasaan berdoa “orang yang tidak mengenal Allah” yaitu para penyembah berhala. 

Bagaimana kebiasaan para penyembah berhala saat berdoa? Mereka berdoa dengan mengulangi kata-kata tertentu secara terus menerus dalam waktu yang lama. Sampai sekarangpun orang-orang & suku-suku penyembah berhala di seluruh dunia punya kesamaan dalam hal doa, yaitu mengulang-ulang kata-kata atau kalimat-kalimat tertentu secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Kalau saudara pernah melihat upacara adat meminta hujan, mereka berdoa dengan mantra atau kalimat doa yang diulang-ulang dalam waktu yang lama. Alkitab juga mencatat kisah Nabi Elia versus Nabi Baal saat minta hujan dalam 1 Raja-raja 18:26-28 dimana 450 nabi Baal mengucapkan doa yang diulang-ulang terus-menerus dari pagi sampai petang. 

Mengapa para pemuja berhala mengucapkan doa yang diulang-ulang terus-menerus? Karena para pemuja berhala beranggapan bahwa semakin banyak dan panjang kata-kata doa yang diucapkan maka doa mereka akan dikabulkan (Matius 6:8).   

Wajar bila penyembah berhala beranggapan seperti itu karena memang yang mereka sembah adalah benda mati buatan manusia yang punya daun telinga namun tidak bisa mendengar. Tetapi Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup, sehingga Tuhan tidak sudi bila kita menganggapNya seperti berhala buatan manusia. Tuhan kita juga tidak tuli seperti berhala-berhala itu sehingga Tuhan juga tidak sudi umatNya memperlakukan Dia seperti penyembah berhala memperlakukan dewa-dewa mereka.

Jadi, bila saudara ingin doa saudara berkenan, janganlah SAUDARA memperlakukan Tuhan seperti PARA PENYEMBAH BERHALA, sebab Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar? Dia yang membentuk mata, masakan tidak memandang? Tuhan tahu apa yang saudara perlukan, sebelum saudara minta kepada-Nya. Amin! 

Sebelumnya: Rahasia Doa "Jadilah Kehendak-Mu"




Senin, 10 September 2012

ANAK YANG TIDAK BERGUNA

1Korintus 13:1-3 

Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.  Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Pada suatu hari saya bertamu di rumah seseorang. Tidak seperti biasanya, anak dari pemilik rumah itu tidak menemui saya. Sebut saja namanya Tony. Ternyata hari itu Tony mengurung dirinya di kamar karena ia merasa sakit hati. Orang tuanya kecewa dengan nilai-nilai ujiannya, lalu mengucapkan perkataan menyakitkan: “kamu memang anak yang tidak berguna!” Perkataan itu terus terngiang-ngiang di kepala Tony dan membuat ia dendam.

Orang tua memang sering beranggapan bahwa anak yang pandai itu anak yang berguna untuk orangtua sebab bila anak pandai maka orangtuanya pun akan mendapat pujian, sebaliknya anak yang bodoh sering dianggap tidak berguna karena mempermalukan orang tua. Anggapan seperti ini tentu tidak benar dan kita orang tua Kristen tidak seharusnya mempunyai pemikiran demikian.

Lalu apa kriteria berguna atau tidak berguna untuk anak Tuhan? Apakah kepandaian atau apa? Firman Tuhan melalui Paulus di atas menyatakan bahwa anak Tuhan itu tidak berguna bila tidak mempunyai kasih. Meskipun saudara pandai, memiliki seluruh pengetahuan, menguasai banyak bahasa bahkan bahasa malaikat, meski saudara punya iman yang sempurna yang dapat memindahkan gunung, meski saudara memberikan seluruh harta, tapi bila saudara tidak mengasihi orang lain, maka saudara seperti tong kosong berbunyi nyaring dan saudara tidak berguna bagi tubuh Kristus. Apakah kasih itu?

1 Korintus 13:4-7  Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.


Paulus menegur jemaat Korintus yang membanggakan karunia mereka. Jemaat Korintus membanggakan karunia bahasa Roh, nubuat dan juga menyombongkan pengetahuan mereka, bahkan mereka berselisih dan bertengkar karena hal-hal tersebut. Karena itulah Paulus menegur mereka bahwa sekalipun mereka memiliki karunia-karunia tersebut namun bila tanpa kasih maka mereka tak berguna.

Saudara, sesuatu yang tidak berguna itu dapat mengganggu atau merugikan, contohnya petani akan mencabut tanaman tak berguna di ladangnya sebab mengganggu tanaman lain. Pedagang juga menyingkirkan barang tak berguna dari etalase tokonya lalu sebagai gantinya ia akan memajang barang yang berguna untuk dijual. Demikianlah anak Tuhan tanpa kasih, ia tidak berguna sebab dapat menganggu dan merusak keutuhan gereja dan Tubuh Kristus.

Sesuatu yang tidak berguna itu juga tidak dipakai, contohnya seperti sampah dibuang atau seperti barang-barang yang ditaruh di gudang karena tak dipakai dan tak diperlukan. Begitulah anak Tuhan tanpa kasih, ia tidak berguna sebab tidak bisa dipakai untuk membangun tubuh Kristus. 

Jadi, KEJARLAH KASIH ITU, sebab ANAK TUHAN yang TIDAK mempunyai kasih TIDAK berguna DI MATA TUHAN

Oleh: Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi November 2011

Minggu, 09 September 2012

MASALAH ITU MENGASAH

Hakim-Hakim 3:1-3
Inilah bangsa-bangsa yang dibiarkan TUHAN tinggal untuk mencobai orang Israel itu dengan perantaraan mereka, yakni semua orang Israel yang tidak mengenal perang Kanaan. Maksudnya hanyalah, supaya keturunan-keturunan orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah, dilatih berperang oleh TUHAN. Yang tinggal ialah kelima raja kota orang Filistin dan semua orang Kanaan, orang Sidon dan orang Hewi, yang mendiami pegunungan Libanon, dari gunung Baal-Hermon sampai ke jalan yang menuju ke Hamat.

Bagaimana saudara melihat masalah? Mari sejenak kita melihat masalah dari sudut pandang Tuhan. Saat orang Israel tiba di Kanaan, ada musuh-musuh Israel yang dibiarkan Tuhan tinggal di Kanaan, maksud-Nya supaya generasi muda Israel yang belum mengenal perang dilatih berperang oleh Tuhan. 

Kehadiran musuh itu menyebabkan banyak masalah bagi kerohanian maupun jasmani orang Israel seperti: memerangi orang Israel & menjerat mereka dalam dosa. Meski di mata orang Israel kehadiran musuh itu adalah masalah, tapi Firman Tuhan diatas jelas menyatakan bahwa bagi Tuhan kehadiran musuh (masalah) adalah alat untuk melatih (mengasah) orang Israel berperang. 

Arti mengasah yaitu usaha mempertajam dengan latihan-latihan yang kontinyu untuk mengatasi kelemahan dan memiliki kemampuan. Kelemahan Israel adalah tak punya kemampuan untuk berperang, padahal Tuhan ingin Israel menang dalam tiap peperangannya baik perang secara rohani maupun secara fisik, karena itulah Tuhan mengasah mereka agar menjadi orang yang mental dan spiritualnya tangguh dengan membiarkan musuh tetap ada di sekitar mereka

Sampai sekarangpun musuh anda (iblis, orang yang tidak percaya, sistem dunia, kedagingan) menyebabkan banyak masalah bagi orang percaya. Mereka diizinkan Tuhan ada di sekitar saudara untuk mengasah saudara menjadi orang yang punya mental & spiritual yang tangguh. Masalah memang bisa jadi jerat dan membuat saudara jatuh dalam dosa bila saudara tidak bersekutu dengan Tuhan & memilih menyerah pada masalah. Tapi bila bersekutu dengan Tuhan saudara dapat melewati masalah itu & menjadi makin tangguh, makin siap menghadapi masalah lain yang lebih besar dan unggul dalam pertempuran yang makin hari makin meningkat dan besar. 

Makin sering bertemu masalah & menghadapinya (tidak lari), maka masalah itu mengasah sedemikian rupa sehingga pada waktunya saudara mampu menjawab tantangan yang lebih besar, masalah mendorong pikiran saudara terbuka pada cara-cara baru yang kreatif, masalah mendorong saudara selalu melekat pada Tuhan, masalah mengasah ketajaman rohani saudara. 

Jadi jangan ambil jalan pintas, masalah bukan untuk dihindari tapi dihadapi, jangan menyerah dengan masalah, sebab masalah itu mengasah

Oleh: Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi November 2011

Kamis, 16 Agustus 2012

RAHASIA DIBALIK DOA: “JADILAH KEHENDAK-MU”

Seri Khotbah Tentang "Doa"

Matius 6:10 

datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu dibumi seperti disorga. 

Satu kali anak saya berkata: “ya sudah Pa sekarang aku mau nurut Papa.” Saat anak saya  berkata begitu artinya ia menyediakan dirinya untuk dididik dengan cara saya. Begitu pula saat kita berkomitmen untuk menuruti Allah Bapa kita. 

Saat Tuhan Yesus mengajar murid-muridNya berdoa, salah satu perkataan yang diajarkan-Nya adalah agar murid-muridNya mengatakan “jadilah kehendak-Mu dibumi seperti di surga.” Apakah kalimat ini terdengar biasa saja? Sebenarnya, bila saudara berdoa demikian, artinya saudara menyediakan diri dan mempersilahkan Tuhan untuk melaksanakan kehendak-Nya terhadap saudara dengan CARA-NYA. 

Segera setelah berdoa demikian, maka bumi akan bergerak mengikuti surga, artinya, apa yang Tuhan putuskan di surga mengenai saudara...akan terjadi atau tergenapi di bumi. Dan yang lebih penting lagi cara Tuhan yang seringkali berbeda dengan cara saudara itu akan diterapkan-Nya pada saudara, keinginan Tuhan yang seringkali berbeda dengan keinginan saudara juga akan diterapkan-Nya pada saudara. 

Pertanyaannya: siapkah saudara bila seandainya cara Tuhan dan keinginan Tuhan itu membuat daging saudara sakit? Memang, cara-Nya mungkin membuat sakit daging saudara, tapi saudara tidak perlu kuatir dengan “rasa sakit” yang akan saudara alami, karena saat kehendak Tuhan mulai diterapkan kepada saudara...saat itu pula Tuhan memberi kekuatan pada saudara agar dapat menanggungnya, sehingga saudara akan menghadapinya bersama Tuhan, saudara akan dihiburkan. 

Tuhan Yesus juga berdoa demikian di Getsemani (Matius 26:42), Dia menyerah kepada kehendak Bapa. Dan doa itu dijawab dengan kekuatan untuk menanggung penderitaanNya (Lukas 22:43). Lagipula, hasilnya akan luar biasa, sebab bila saudara bertahan dalam kehendak-Nya maka bumi akan bergerak mengikuti surga, dimana seluruh rencana Tuhan bagi saudara akan tergenapi dibumi dan saudara menjadi salah satu dari sedikit orang yang dibanggakan-Nya. Jadi...jangan ragu mengucapkan: jadilah kehendakMu.” Amen.  


Oleh: Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi Oktober 2011 

Sabtu, 11 Agustus 2012

MEMIUTANGI TUHAN

Amsal 19:17 
Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN yang akan membalas perbuatannya itu 

Semua orang ingin hidup lebik baik, ingin rumahnya lebih bagus, ingin pekerjaannya lebih baik, ingin kendaraan yang lebih baik, tapi apakah pernah terpikir untuk lebih baik lagi melayani Tuhan? Menolong orang yang lemah merupakan salah satu cara melayani Tuhan, dengan berbuat baik maka saudara memiutangi Tuhan atau memberi pinjaman pada Tuhan...dan Dia pasti membayarnya. 

Satu kali ada mahasiswa Amerika bernama Howard Kelly, ia miskin tapi kerkemauan kuat. Ia membiayai kuliahnya dengan bekerja apa saja, jadi tukang suruh dan tukang koran. Pada suatu siang yang panas, ia kehabisan bekal air minum dan untuk membeli tiada uang sepeserpun. Karena saking hausnya Howard nekat mengetuk pintu sebuah rumah. Pemilik rumah membuka pintu untuknya, lalu Howard minta segelas air putih. Tapi ibu itu malah memberinya segelas susu & sepotong kue. Beberapa tahun berlalu...suatu hari ibu itu masuk rumah sakit padahal ia tak punya uang, saat ia bertanya pada rumah sakit berapa biaya yang harus dibayar, pihak rumah sakit memberinya amplop. Ibu itu mengira amplop itu berisi tagihan, tapi setelah dibuka ternyata amplop itu berisi tulisan: “biaya rumah sakit telah dibayar lunas dengan segelas susu & sepotong kue.” Ternyata Howard yang dulu ditolongnya telah menjadi dokter, dan membalas kebaikan hati ibu itu. 

Begitulah...Tuhan punya cara yang ajaib untuk membalas kebaikan hati saudara, mungkin orang yang saudara bantu tak dapat membalasnya, tapi Tuhanlah yang membalasnya (Amsal 22:9). TABURLAH KEBAIKAN-saudara akan menuai kebaikan sebab tuhan pasti membayarnya, jadilah kaya dalam kebaikan-maka saudara akan diberkati tuhan SEBAB tuhan tak pernah berhutang.

Oleh:Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi Oktober 2011


Sabtu, 04 Agustus 2012

PENGUASAAN DIRI SEBAGAI KECERDASAN EMOSI (Emotional Intelligence)

2Petrus 1:4-8 
Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri,... 

Penelitian di Amerika menunjukkan bahwa orang-orang cerdas yang ber-IQ tinggi lebih banyak yang gagal daripada yang berhasil. Persentase orang yang bunuh diri & pengidap sakit jiwa bahkan banyak diderita oleh orang-orang yang ber-IQ tinggi (sumber: Belajar Dengan Hati/penerbit Erlangga). Daniel Goleman juga mengungkap penelitian bahwa kontribusi kecerdasan Intelektual hanya sekitar 20% saja terhadap keberhasilan hidup, sedang 80% ditentukan oleh sekumpulan faktor yang disebut dengan emotional intelligence. Jadi penting sekali mengembangkan emotional intelligence. Apakah emotional intelligence itu? Yaitu kemampuan atau kecerdasan mengendalikan diri/emosi.

Saya tersenyum membaca artikel itu, karena jauh sebelumnya para rasul Tuhan sudah menyinggung mengenai keunggulan emotional intelligence  ini. Di abad pertama, Paulus, Yakobus dan Petrus selalu mengingatkan jemaat untuk mengimbangi pengetahuan (IQ) dengan pengendalian diri (emotional intelligence). Contohnya seperti surat Petrus diatas. Mengapa Petrus membicarakan penguasaan diri? Karena jemaat saat itu sedang dalam bahaya dengan adanya para pengajar yang memiliki pengetahuan istimewa tetapi perbuatannya begitu bebas dan dikuasai hawa nafsu. Karena itulah Petrus menyebutkan bahwa pengetahuan harus diimbangi dengan penguasaan diri dalam segala hal (baca juga Titus 2:6), mengendalikan perasaan/sabar (Amsal 16:32), mengendalikan tindakan serta lidahnya (Yakobus 3:1-12).

Nah, apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan tentang penguasaan diri ternyata benar dan dapat dibuktikan secara ilmiah. Jadi marilah kita selalu belajar untuk menguasai diri. 

Oleh Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi September 2011

Jumat, 03 Agustus 2012

YOUR LABOR IS NOT VAIN

Jerih payahmu tidak sia-sia 

1 Korintus 15:58  
...Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. 

Untuk apa manusia berjerih payah? Apakah semata-mata untuk hidup di dunia ini? Bila demikian, maka sia-sialah manusia berjerih payah karena manusia akan kembali kepada debu, seperti yang telah difirmankan Tuhan: "dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil, sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu" (Kejadian 3:19).

Banyak orang akhirnya bunuh diri karena gagal mengetahui jawaban dari pertanyaan ini. Sehingga tatkala jerih payah mereka di dunia ini gagal, maka mereka ingin mengakhiri hidupnya. Dari data WHO tahun 2005-2007, sedikit­nya 50 ribu orang Indonesia melakukan bunuh diri. Persentasenya terus meningkat hingga tahun 2011. Jepang yang dijuluki bangsa bunuh diri lebih dari 30 ribu penduduk­nya bunuh diri setiap tahun. Di Li­thua­nia 45 orang dari tiap 100 ribu penduduk bunuh diri. Menurut harian Sinar Harapan 10% orang bunuh diri dengan alasan tidak jelas, 25% karena menderita ketidakstabilan mental dan 40% karena mengikuti ego atau emosi.

Bila manusia berjerih payah dan hidup bagi kemuliaan dunia ini maka ketika ia gagal di dunia ini, jerih payahnya sebelumnya akan sia-sia. Selain itu bila manusia berjerih payah dan hidup bagi kemuliaan dunia ini, maka jerih payah manusia itu sangat terbatas gunanya sebab ketika ia kembali jadi debu maka jerih payah itupun turut lenyap.

Karena itu saudara, Seharusnya SAUDARA berjerih payah dan hidup bagi Tuhan. Dengan begitu maka meski saudara gagal namun jerih payah dan airmata saudara selama di dunia tak sia-sia, sebab upah saudara ada di surga. Seluruh perjalanan hidup saudara juga tak akan dapat dihentikan oleh apapun baik itu oleh kegagalan, penderitaan ataupun kematian. Sebab sekalipun saudara telah tertidur dalam debu namun akan bangun untuk mendapat bagian dalam kerajaan-Nya dan hidup kekal, seperti yang dikatakan Firman Tuhan ini: "Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman" (Daniel 12:13).

Oleh Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi September 2011

Kamis, 02 Agustus 2012

FIGHT TO THE END

BERJUANG SAMPAI AKHIR 

2Samuel 23:9-12 
...padahal orang-orang Israel telah mengundurkan diri. Tetapi ia bangkit dan membunuh demikian banyak orang Filistin sampai tangannya lesu dan tinggal melekat pada pedangnya. TUHAN memberikan pada hari itu kemenangan yang besar. 

Peristiwa ini terjadi pertengahan Maret menjelang musim menuai, dimana tentara  Filistin hendak menduduki Lehi dan merampok bahan makanan orang Israel. Tentara Israel melarikan diri tapi Daud dan 3 ksatria-nya tetap berjuang.  

Inilah 3 ksatria Daud yang tetap berjuang sampai akhir: ksatria ke-1 Isybaal membunuh 800 orang dalam pertempuran tersebut. Ksatria ke-2 Eleazar, meski tentara Israel lari, Eleazar justru BANGKIT dan BERJUANG sendiri sampai tangannya lelah dan pedangnya melekat ditangannya (ayat 10). Membaca ini membuat saya teringat “Gambaru” yaitu falsafah orang Jepang yang artinya berjuang sampai darah penghabisan. Jepang terkenal dengan masyarakatnya yang gigih-bersemangat-serta mampu bangkit kembali dari keterpurukan. Ksatria ke-3 Shammah, tentara Israel juga meninggalkan Shammah sendiri, tetapi Shammah BERDIRI MEMPERTAHANKAN ladang itu SAMPAI AKHIR dari tentara Filistin (ayat 12). Perjuangan Daud bersama 3 ksatria tersebut membuahkan hasil, dimana mereka dapat mempertahankan Lehi dan bahan makanan Israel tidak jatuh pada tentara Filistin.

Namun kemenangan itu bukan karena kekuatan para pahlawan Daud. Dari Tuhanlah kemenangan itu berasal (ayat 10-12: "Tetapi ia bangkit dan membunuh demikian banyak orang Filistin sampai tangannya lesu dan tinggal melekat pada pedangnya. TUHAN memberikan pada hari itu kemenangan yang besar... . maka berdirilah ia di tengah-tengah ladang itu, ia dapat mempertahankannya dan memukul kalah orang Filistin. Demikianlah diberikan TUHAN kemenangan yang besar."). 

Lagipula, saudara ingat bukan bagaimana Tuhan membunuh 185.000 tentara Asyur sementara tentara Israel sedang tak berdaya (2 Raja-Raja 19:35)? Jadi tanpa pahlawan-pun Tuhan sanggup mengalahkan dan menang atas musuh-Nya. Namun Tuhan ingin memberi kemenangan-Nya pada saudara dan ingin mengangkat saudara, itulah tujuan Tuhan. Syaratnya: saudara harus bersedia BANGKIT, BERTAHAN dan BERJUANG SAMPAI AKHIR. Kalau saudara lari, tentu Tuhan tak dapat memberikan kemenangan itu.

Jadilah ksatria saudaraku, Rise up-stand up and fight to the end, you won’t be sorry; you’ll be saved. Bangkitlah, bertahanlah dan berjuanglah sampai akhir, saudara takkan menyesal karena saudara akan diselamatkan. 

Oleh Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi September 2011

Rabu, 01 Agustus 2012

UNLUCKY DAY ???

Hari sial

2 Samuel 22:19-26 
Mereka menghadang aku pada hari sialku, ... 

Pada ayat diatas Daud berkata tentang hari sial... . Apakah itu berarti Daud percaya bahwa ada hari sial? Dan bolehkah kita percaya bahwa ada hari tertentu sebagai hari sial? 

Berdasar riset Dr Donald Dossey seorang psikoterapi di bidang “phobia,” di AS lebih dari 21 juta orang memiliki penyakit “paraskevidekatriaphobia” yaitu rasa takut akan hari Jumat tgl 13. Dan menurut laporan “The Stress Management Center and Phobia Institute” di Asheville – AS, tenyata tiap hari Jumat tanggal 13, ekonomi AS mengalami kerugian antara 800-900 juta AS$, karena banyak orang enggan travelling atau berbisnis. Di Spanyol, hari Selasa tanggal 13 dianggap hari sial. ShakkĊ dan Butsumetsu juga hari sial bagi sebagian orang Jepang dan pantang memulai bisnis/menikah pada hari itu.

Saudaraku, ungkapan “hari sial” dalam ayat di atas sama dengan “hari berawan” yaitu metafora yang menggambarkan masa kesusahan/kesesakan yang tak tentu waktunya. Kata “hari” juga bisa berarti 1 hari, berhari-hari bahkan bertahun-tahun. Jadi, perkataan Daud pada ayat di atas  tidak menunjuk ada hari tertentu yang selalu membawa kesusahan. 

Bukankah semua orang pernah mengalami kesusahan? Tuhan sendiri tak menjanjikan kita bebas dari kesusahan atau bebas dari pencobaan, justru Tuhan  berjanji akan ada kesusahan dan penderitaan bahkan pencobaan dan ujian bagi orang percaya, namun Tuhan juga berjanji menyertai orang percaya dalam kesusahan sehingga mereka dapat bertahan & menang atasnya. Artinya, anak Tuhan pun tak luput dari kesusahan, anak Tuhan pun harus menghadapi kesusahan. 

Jadi, bukan kesusahan (kesialan) yang harus saudara saudara takuti, tetapi bagaimana saudara dapat menghadapi kesusahan itu dan menang atas kesusahan itu. Dan inilah yang harus saudara lakukan:  
  • Bersandarlah pada Tuhan (ayat 19: "Mereka menyerang aku waktu aku ditimpa bencana tetapi TUHAN menjadi penolongku").
  • Hiduplah setia sesuai perintah Tuhan, maka Tuhan akan membalas kesetiaan saudara dengan menolong saudara ketika kesusahan melanda (ayat 20-26: "Ia melepaskan aku dari bahaya dan menyelamatkan aku karena Ia berkenan padaku. TUHAN membalas perbuatanku yang benar; Ia memberkati aku sebab aku tidak bersalah. Aku mentaati perintah TUHAN, dan tidak berpaling dari Allahku. Semua hukum-Nya kuperhatikan, perintah-perintah-Nya tidak kulalaikan. Ia tahu bahwa aku tidak bercela dan menjauhkan diri dari kesalahan. Maka TUHAN membalas perbuatanku yang benar sebab Ia tahu aku tidak bersalah. TUHAN, Engkau setia kepada orang yang setia dan baik kepada orang yang baik.")
Oleh: Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi September 2011
 

Selasa, 10 Juli 2012

BERSUKACITALAH ATAS KEMERDEKAAN ORANG LAIN

Lukas 15:11-32 
Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia... Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."   

Saudaraku, karena kasih karunia Tuhan kita telah dimerdekakan dari perbudakan dosa (Roma 6:18). Hanya saja, kadang ada orang yang marah bila Tuhan juga mengampuni orang lain sehingga orang tersebut menjadi orang yang merdeka. Contohnya Si anak sulung dalam perumpamaan di atas. Ia marah karena ayahnya begitu saja menerima adiknya, bahkan menyambut adiknya dengan sukacita padahal adiknya telah berbuat dosa. 

Jangankan si anak sulung tersebut, kemarahan yang sama juga dirasakan oleh Nabi Yunus bin Amitai ketika penduduk Niniwe bertobat dari dosanya dan Tuhan mengampuni mereka. Bahkan saking kesalnya, Yunus minta Tuhan mencabut nyawanya saja (Yunus 4:1-3).

Kemarahan Si anak sulung maupun nabi Yunus adalah karena iri atau cemburu, sebab Tuhan bermurah hati pada orang berdosa yang mereka anggap tak layak. Tapi siapakah manusia sehingga merasa berhak melarang Tuhan untuk menyayangi ciptaan-Nya?  

Kemerdekaan kita dari dosa bukan hasil pekerjaan atau perjuangan kita, tapi semata-mata kasih karunia Tuhan, jadi tidak pantas kalau kita marah atau cemburu bila Tuhan mengasihi semuanya, baik anak-anak sulungnya yang selalu taat kepada-Nya maupun anak-anak yang masih terhilang. Dan bila saudara kita yang terhilang dengan tulus hati kembali kepada-Nya, maka hati Tuhan sangat bersukacita dan menerima mereka dengan pengampunan.

Marilah saudaraku mempunyai hati yang sama dengan Tuhan, marilah bersukacita bersama-sama Tuhan dan malaikat-malaikat di surga atas kemerdekaan orang lain.   

Oleh Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi September 2011

Senin, 09 Juli 2012

MASUKLAH SEBELUM PINTU TERTUTUP!

Kejadian 7:1-24 
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu,……lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh (ayat 16)

Banyak orang bingung dengan ukuran bahtera Nuh, mereka juga ragu: mana mungkin hewan-hewan bisa muat ke dalam bahtera itu? Itu sebabnya para ilmuwan yang tak percaya Tuhan menganggap bahtera Nuh & penyelamatan Nuh hanyalah mitos. Tapi kita dengan iman meyakini bahwa ukuran yang diberikan Tuhan pada Nuh mempunyai maksud tertentu. Ukuran bahtera Nuh jika dikonversi ke ukuran sekarang kira-kira mempunyai panjang lebih dari 500 kaki, lebar 85 kaki dan tingginya lebih dari 52 kaki. Pada tahun 1609 Peter Jansen dari Belanda, membuat kapal dengan proporsi ini dan ternyata kapalnya bisa memuat 3 kali muatan yang bisa diangkut kapal-kapal seukurannya yang dibuat dengan cara yang biasa. “Tiruan” bahtera Nuh itu berukuran 3.600.000 kubik, dan andai 9/10 ruangan dipakai sebagai tempat penyimpanan bahan makanan untuk beberapa ribu hewan serta 8 jiwa keluarga Nuh selama 1 tahun, masih ada ruangan yang bisa ditempati 7.000 pasang hewan. Jadi kemampuan angkut bahtera Nuh sama dengan 300 gerbong barang kereta api. Pembuktian ini membuat iman kita diperkuat bahwa bahtera Nuh bukanlah sekedar mitos. 

Kisah penyelamatan Nuh dan keluarganya dari hukuman air bah memberi pelajaran pada manusia masa kini bahwa Tuhan akan menghukum dunia ini tapi juga berbelas kasihan kepada orang yang beriman padaNya. Ibrani 11:7 menyatakan bahwa bahtera Nuh itu melambangkan Kristus, yang merupakan sarana penyelamatan orang percaya dari hukuman dan kematian yang akan datang. Hanya di dalam Kristus kita selamat. Namun, sama seperti pintu bahtera Nuh akhirnya ditutup pada saat hukuman dijatuhkan, begitu pula pintu keselamatan tidak akan terbuka selamanya melainkan satu saat akan tertutup bagi mereka yang menolak percaya pada Kristus.  

Saudaraku, Tuhan sangat serius dan peduli keselamatan saudara, terbukti dengan dikirimNya PutraNya sendiri ke dalam dunia untuk menyelamatkan manusia yang mau percaya padaNya dari murka kekal. Oleh karna itu, sambutlah uluran tanganNya bila saudara belum menerima Yesus sebagai juruselamat saudara, masuklah dalam bahtera keselamatan YESUS, sebelum pintu keselamatan itu tertutup.   

Oleh Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan edisi Desember 2011

Minggu, 08 Juli 2012

CANTIK DI MATA ALLAH

1 Petrus 3:3-6 
Sebaliknya, hendaklah kecantikanmu timbul dari dalam batin, budi pekerti yang lemah lembut dan tenang; itulah kecantikan abadi yang sangat berharga menurut pandangan Allah. (Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Sejak ribuan tahun lalu wanita selalu ingin tampil cantik. Sejak lama orang Mesir sudah memiliki produk menghilangkan strecth mark, keriput, bekas luka & membuat rambut berkilau. Wanita Mesir kuno bahkan rela menempuh cara berbahaya untuk cantik. Warna bibir mereka dari bahan alami dicampur zat kimia bromin yang bisa membuat kulit terbakar, gagal ginjal & kerusakan otak. Mereka punya riasan mata mesdemet yang tak hanya dibuat dari lemak, tapi juga tembaga & oksidasi timah. Bahan ini berbahaya tapi mereka rela menempuh resiko karena percaya bahwa penampilan & kecantikan berhubungan langsung dengan tingkat spiritualitas, makin menarik & cantik penampilan maka makin tinggi tingkat rohani orang itu. Tidak heran saat orang Mesir melihat kecantikan Sara, Firaun langsung mengambil Sara (Kejadian 12:15).

Wanita sekarang juga berani menempuh resiko, yang ingin putih memakai krim pemutih, melakukan suntik putih & suntik vitamin C, yang ingin berkulit coklat melakukan tanning salon, yang ingin memperbaiki bentuk tubuh melakukan operasi plastik & suntik silikon. Padahal semua itu dapat meningkatkan resiko kanker sampai 75% & penyakit berbahaya lain. Mereka cantik diluar tapi tubuhnya menyimpan racun-racun kimia berbahaya yang membusukkan & akan membunuh tubuhnya. Wanita yang rela melakukan hal-hal itu sudah memberhalakan kecantikan dan dalam taraf ini keinginan untuk cantik sudah berubah jadi nafsu keserakahan yang sama dengan penyembahan berhala.

Saudaraku wanita Kristen, standart kecantikan dunia dan Kristen itu berbeda. Merawat tubuh, menjaga kebersihan diri dan penampilan itu penting tapi jangan sampai membuat saudara memberhalakan kecantikan sehingga  mengabaikan hal yang utama yaitu kecantikan batiniah yang dihargai Allah. Wanita Kristen harus lebih mengutamakan mempercantik manusia batiniahnya, dengan menjaga ketulusan hati, tingkah laku yang baik, murni, saleh, lemah lembut, tenang, sabar dan menghormati suaminya. WANITA KRISTEN YANG MENDANDANI MANUSIA BATINIAHNYA ITULAH WANITA YANG CANTIK DI MATA ALLAH.  

Oleh: Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi November 2011

KARAKTER KRISTUS

2 Timotius 2:1-7 
Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus...Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.


Tanggal 18 Oktober Lee Kuan Yew akan menerima Medali Lincoln di Teater Ford, AS. Lee adalah orang Asia pertama yang menerima medali itu. Tak ada yang mengira Lincoln yang berhasil menghapus perbudakan itu tadinya orang yang selalu gagal. Ia anak tukang kayu yang hanya belajar otodidak, 2 kali bangkrut dalam bisnis, 6 kali gagal dalam pemilihan anggota dewan, gagal dalam kontes pidato, kehilangan istri tercinta & hampir masuk rumah sakit jiwa, tapi Lincoln selalu bangkit & malahan menaikkan targetnya, yaitu menjadi presiden. Setelah 2 kali gagal akhirnya tahun 1860 ia berhasil jadi presiden dan tahun 1864 mati dibunuh. Walau hanya 4 tahun menjabat tapi demokrasi & penghapusan perbudakan yang ditegakkannya menjadi tonggak sejarah dunia sehingga ia diakui sebagai presiden AS paling hebat sepanjang sejarah. Sampai sekarang “medali Lincoln” terus diberikan kepada orang yang mencerminkan warisan kepemimpinan & pelayanan Lincoln.

Medali Lincoln didapat orang tertentu yang meneladani kegigihan Lincoln. Tentunya banyak orang di penjuru dunia ini yang telah meneladani kegigihan Lincoln, namun tak semuanya mendapat medali Lincoln karena berbagai sebab seperti tak terekspos media, bukan orang berpengaruh, tidak terkenal, dan banyak faktor lainnya. Mata manusia memang terbatas, dan tak mungkin meneliti satu-persatu orang di dunia untuk memeriksa siapa-siapa yang layak menerima penghargaan tersebut.

Namun, andaipun saudara telah menunjukkan kegigihan yang sama atau bahkan lebih dari Lincoln tapi tidak mendapat medalinya, jangan kuatir karena ada penghargaan yang lebih berharga. Mengapa lebih berharga? Karena sifatnya kekal, abadi, berbeda dengan medali Lincoln yang sifatnya sementara.  Selain itu, penghargaan tersebut diberikan oleh penguasa tertinggi yakni Kristus Tuhan kita. Setiap anak Tuhan punya kesempatan sama untuk mendapat penghargaan tersebut, berbeda dengan medali Lincoln yang hanya segelintir orang saja yang mendapatkannya. 

Kalau medali penghargaan Lincoln didapat "orang tertentu" yang meneladani kegigihan Lincoln, maka penghargaan Kristus didapatkan setiap orang yang meneladani Kristus. Seorang yang meneladani Kristus diumpamakan seperti seorang prajurit, atlit dan petani:

A. Fokus pada tugas untuk menyenangkan Tuhan (ayat 3-4). Sama seperti prajurit yang taat & memikirkan untuk menyenangkan komandannya, begitulah pengikut Kristus harusnya taat, rela menderita & memikirkan kepentingan pembangunan tubuh Kristus bukan kepentingannya sendiri, menyenangkan Kristus komandan kita dan bukan menyenangkan diri sendiri atau orang lain. Teladani Kristus yang menuntaskan tugasnya dan menyenangkan Bapa.

B. Menyangkal diri, mendisiplin dirinya sendiri (ayat 5). Sama seperti atlit yang mendisiplin dirinya agar jadi juara & memperoleh mahkota, begitulah pengikut Kristus harus menyangkal diri untuk mencapai garis akhir, untuk menuntaskan pekerjaan yang dibebankan Tuhan padanya sama seperti Kristus menyelesaikan misi-Nya.  

C. Tekun, sabar, bekerja keras (ayat 6). Sama seperti petani yang tekun dan sabar, bekerja keras di ladang memelihara tanaman demi memperoleh tuaian yang baik, begitulah pengikut Kristus harus tekun, sabar dan bekerja keras di ladang Tuhan sama seperti Kristus.

Saudaraku pengikut Kristus, prajurit Kristus, saudara tidak hanya akan mendapat mahkota tapi juga akan memerintah dengan Dia selamanya, maka jadilah kuat & TELADANI karakter Kristus

Oleh Yesaya Edy S
Ditulis untuk Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi November 2011


Minggu, 01 Juli 2012

SEPERTI HUJAN YANG MENGALIR


SEPERTI HUJAN YANG MENGALIR

Yesaya 55:10-11

Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Kalau saudara sulit memahami seperti apa Firman Tuhan itu, maka ayat diatas bisa menolong saudara untuk mengerti. Firman Tuhan adalah seperti hujan yang mengalir ke bumi. Saudara tentu tahu bahwa hujan & salju yang turun dari langit tak kembali ke langit namun mengalir ke bumi dan tak berhenti sebelum melakukan tugasnya membasahi bumi, menyuburkan tanah sehingga tanah menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi petani (Ibrani 6:7), biji-biji bertumbuh dan berbunga, pohon-pohon di ladang berbuah  (Imamat 26:4), manusia dapat menanam & menuai hasilnya (Ulangan 11:14). Ya, hujan mengisi kembali mata air-mata air di bumi (Mazmur 104:8-10), memulihkan tanah gersang, sehingga hewan-hewan dapat hidup, manusia dapat memenuhi kebutuhannya & kehidupan di bumi dapat terus berlangsung (Mazmur 68:9-10). 

Silahkan lihat juga video youtube SEPERTI HUJAN YANG MENGALIR

Baru-baru ini sebuah penemuan yang dilaporkan di Journal of Experimental Psychology menyatakan bahwa musim hujan ternyata memberi dampak yang baik bagi otak, para peneliti Australia itu mendapati hujan bisa meningkatkan kemampuan otak untuk mengingat. 

Penemuan lain tentang khasiat air hujan yaitu untuk holistic healing (penyembuhan berbagai penyakit) diungkap 2 buku: "The One Minute Cure - the Secret to Healing Virtually all Diseases" karya Madison Cavanaugh dan "Hydrogen Peroxide Medical Miracle" karya William Campbell Douglass, MD.

Buku tersebut menyebutkan bahwa air hujan dapat digunakan untuk holistic healing karna air hujan murni memiliki kandungan H2O2 yang bisa dikonsumsi (Food Grade) dimana H2O2 inilah unsur penting dalam holistic healing. Buku itu cukup menggemparkan dunia kesehatan, namun sebenarnya bukan hal yang baru bagi kakek-nenek kita. Di salah satu blog seorang dokter menulis bahwa wajah kakek-neneknya bersih, awet muda & punya mata yg sehat sampai tua (tidak berkacamata) karna sering memanfaatkan air hujan yang telah didiamkan semalaman untuk mencuci muka & membasuh mata.

Setelah membaca manfaat hujan di atas, apakah saudara mulai menyukai saat-saat hujan turun? Namun Tuhan juga memerintahkan hujan untuk menghukum manusia: Tuhan memerintahkan hujan untuk membinasakan semua mahkluk hidup kecuali keluarga Nuh (Kejadian 7:4), Tuhan menurunkan hujan es untuk menghukum Mesir (Keluaran 9:18), Tuhan menurunkan hujan pada musim menuai karena murka terhadap Israel (1Samuel 12:17), dan sebagainya.

Jadi, Firman Tuhan sama sperti hujan artinya Firman Tuhan juga takkan kembali dengan sia-sia, melainkan akan mengalir & takkan berhenti sampai berhasil melakukan apa yang Tuhan ingini, Firman akan mengalir & melakukan setiap perkara yang Tuhan tentukan, Firman akan mencapai segala yang Tuhan maksudkan dan berjaya mencapai tujuan-tujuan Tuhan. Ingat Firman ingatlah hujan!  

Firman bisa mengalir untuk menyembuhkan hidup saudara atau sebaliknya Firman itu mengalir untuk melaksanakan murka Tuhan dalam hidup saudara. Jadi putuskanlah dengan bijak! Karena sikap saudara terhadap Firman menentukan hidup saudara.


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More