THE ARROW OF VICTORY

Berkatalah Elisa: "Panahlah!" Lalu dipanahnya. Kemudian berkatalah Elisa: "Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN, anak panah kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap."

INCOMPLETE VICTORY

Berkatalah Elisa: "Panahlah!" Lalu dipanahnya. Kemudian berkatalah Elisa: "Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN, anak panah kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap."

SEPERTI HUJAN YANG MENGALIR

Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

INCORRUPTIBLE SEED

1 Petrus 1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

JALAN BERPUTAR

Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: "Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir."

Selasa, 21 Juli 2015

PEKERJAAN ADALAH PELAYANAN

Seri Khotbah Tentang Pekerjaan

PEKERJAAN adalah PELAYANAN

Kejadian 2:8-17
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
(ayat 15)

Pada waktu saya duduk di bangku SD, ada dua teman yang melanggar peraturan, mereka merokok di sekolah. Guru kemudian menghukum mereka bekerja membersihkan WC sekolah. Setiap kali ada siswa yang melanggar peraturan, pasti oleh guru dihukum dengan bekerja.

Banyak orang mungkin mengira bekerja adalah hukuman Tuhan atas pelanggaran Adam, padahal bukan. Sebab sejak sebelum manusia berdosa, Tuhan sudah menetapkan agar manusia bekerja (Kej. 2:15). Saat itu bekerja merupakan aktivitas menyenangkan. Tapi akibat dosa, bekerja lalu jadi beban berat (Kej. 3:17-19). Tapi, kita jangan salah paham dengan mengira Tuhan duduk manis layaknya bos yang hanya memerintah, sebab Tuhan sendiri juga selalu bekerja, contohnya dalam penciptaan, penyelamatan, bahkan pemeliharaan kita. Alkitab dipenuhi bukti pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Sekarang dan akan datang, Tuhan tetap bekerja dalam segala sesuatu (Yoh. 5:17; Rm. 8:28; Ef. 1:11).  

Karena bekerja merupakan penetapan Tuhan untuk manusia, maka Tuhan adalah majikan di atas segala majikan dan bekerja berarti ikut ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan. Tuhan adalah Tuan (Majikan) dan anak-anak Tuhan adalah hamba-Nya, sehingga pekerjaan yang dilakukan anak-anak Tuhan pada hakekatnya merupakan pelayanan atau pengabdian pada Tuhan. Itu sebabnya Tuhan membenci orang yang malas bekerja. Memang, rutinitas kerja kadang membuat kita lelah, tapi di dalam Tuhan selalu ada kekuatan baru. Jadi, tetaplah semangat dalam bekerja!


Tuhan Sang Majikan Agung kita selalu bekerja, maka marilah kita meneladani-Nya dengan rajin bekerja.



CARA MENIKMATI HIDUP


HATI YANG SELALU BERPESTA

Amsal 15:13-18
Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta (ay. 15)

Kita sering mendengar ungkapan yang terkenal “hati yang gembira adalah obat.” Ungkapan itu benar, bahkan dunia medis pun mengakuinya. Suasana hati yang selalu gembira akan membantu kesembuhan pasien. Namun sebenarnya ada manfaat lainnya dari hati yang gembira.


Ayat renungan kita di atas menyatakan bahwa orang yang gembira hatinya selalu berpesta. Ungkapan “hati yang gembira” tidak hanya bicara suasana hati, namun juga menunjuk pada mind (pikiran) dan psyche (jiwa)  yang penuh sukacita serta pola pikir yang sehat sesuai Firman Tuhan. Sedangkan ungkapan selalu berpesta” di sini tidak secara harafiah berarti berpesta-pora namun menggambarkan orang yang dapat menikmati hidup. Jadi, Amsal ini menyatakan bahwa: orang yang hatinya penuh sukacita dan mempunyai pola pikir sehat sesuai Firman Tuhan, akan selalu menikmati hidup apapun keadaan yang dialaminya.

Ayat renungan kita di atas juga menyatakan bahwa hari orang berkesusahan buruk semuanya. Artinya bahwa keadaan hati & jiwa yang sedih serta pikiran yang tidak sehat menyebabkan semua hal dan peristiwa tampak seperti bencana meskipun yang dialami hanya masalah sepele. Tidak semua orang dapat menikmati hidup, benar bukan? Itulah pentingnya menjaga hati & jiwa kita tetap bersukacita dan menjaga pikiran tetap sehat sesuai Firman, sehingga meski keadaan tidak berjalan seperti harapan kita namun kita tetap bersemangat dan berbahagia.


Kunci untuk menikmati hidup adalah dengan memiliki hati yang penuh sukacita

Jumat, 12 Oktober 2012

DOA YANG TIDAK BERTELE-TELE

Seri Khotbah Tentang "Doa"

DOA BERTELE-TELE 

Matius 6:7-8   
Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.   

Ada banyak definisi doa yang benar & berkenan, salah satunya yang baru kita baca adalah doa yang tidak bertele-tele. Tuhan dengan jelas melarang umatNya berdoa bertele-tele. 

Apa yang dimaksud Tuhan Yesus dengan doa bertele-tele? Doa bertele-tele yang dimaksud Tuhan Yesus adalah seperti kebiasaan berdoa “orang yang tidak mengenal Allah” yaitu para penyembah berhala. 

Bagaimana kebiasaan para penyembah berhala saat berdoa? Mereka berdoa dengan mengulangi kata-kata tertentu secara terus menerus dalam waktu yang lama. Sampai sekarangpun orang-orang & suku-suku penyembah berhala di seluruh dunia punya kesamaan dalam hal doa, yaitu mengulang-ulang kata-kata atau kalimat-kalimat tertentu secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Kalau saudara pernah melihat upacara adat meminta hujan, mereka berdoa dengan mantra atau kalimat doa yang diulang-ulang dalam waktu yang lama. Alkitab juga mencatat kisah Nabi Elia versus Nabi Baal saat minta hujan dalam 1 Raja-raja 18:26-28 dimana 450 nabi Baal mengucapkan doa yang diulang-ulang terus-menerus dari pagi sampai petang. 

Mengapa para pemuja berhala mengucapkan doa yang diulang-ulang terus-menerus? Karena para pemuja berhala beranggapan bahwa semakin banyak dan panjang kata-kata doa yang diucapkan maka doa mereka akan dikabulkan (Matius 6:8).   

Wajar bila penyembah berhala beranggapan seperti itu karena memang yang mereka sembah adalah benda mati buatan manusia yang punya daun telinga namun tidak bisa mendengar. Tetapi Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup, sehingga Tuhan tidak sudi bila kita menganggapNya seperti berhala buatan manusia. Tuhan kita juga tidak tuli seperti berhala-berhala itu sehingga Tuhan juga tidak sudi umatNya memperlakukan Dia seperti penyembah berhala memperlakukan dewa-dewa mereka.

Jadi, bila saudara ingin doa saudara berkenan, janganlah SAUDARA memperlakukan Tuhan seperti PARA PENYEMBAH BERHALA, sebab Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar? Dia yang membentuk mata, masakan tidak memandang? Tuhan tahu apa yang saudara perlukan, sebelum saudara minta kepada-Nya. Amin! 

Sebelumnya: Rahasia Doa "Jadilah Kehendak-Mu"




Rabu, 10 Oktober 2012

TERTINDAS ITU KESEMPATAN UNTUK BELAJAR


Mazmur 119:65-72 
Bahwa aku tertindas itu baik bagiku supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu. 

Daud mengatakan: "Tertindas itu baik bagiku supaya aku belajar...." Mungkin kita berpikir apakah perkataan ini tidak salah? Tidak, Daud memang memandang keadaan tertindas sebagai kesempatan agar Daud belajar. Belajar apa?

1. Belajar ketetapan Tuhan (Mazmur 119:68, 71).
Pengakuan Daud ini adalah inti stanza ke-9 ini, bahkan Daud juga mengajarkannya pada Salomo kecil. Ketetapan Tuhan yang dimaksud Daud adalah tugas dan panggilan Daud, beban yang harus dipikul Daud dan seluruh rencana Tuhan untuk Daud. Melalui ketertindasan yang dialami, Daud jadi mengerti apa rencana Tuhan baginya & apa yang harus ia lakukan, apa yang harus ia tinggalkan atau lepaskan agar rencana Tuhan itu digenapi dalam hidupnya. Ya, sering manusia baru bisa memahami rencana Tuhan bagi mereka ketika mereka dalam ketertindasan. Jadi bila saudara tertindas, itulah kesempatan mata rohani saudara terbuka dan saudara jadi mengerti rencanaNya.   

2. Belajar memiliki iman yang sempurna (Mazm. 119:67). 
Iman yang sempurna itu melewati proses belajar. Dan penindasan dapat melatih iman kita pada kesempurnaan, dimana iman kita tidak lagi tergantung pada keadaan atau situasi. Itulah yang dialami Daud dimana hatinya pernah menyimpang, tapi setelah tertindas, miskin dan sengsara membuat Daud tidak bisa percaya pada apapun kecuali pada Tuhan. Jadi bila saudara tertindas, itulah kesempatan iman saudara berkembang. Sebab iman sering tumbuh sehat bukan pada saat keadaan baik-baik saja tapi saat kita tertindas, saat itulah iman dimurnikan dan motivasi yang salah diluruskan. 

3. Belajar bijaksana (Mazmur 119:65-66, 69-70)
Ada kontras dalam ayat ini, dimana orang-orang sombong (keluarga Saul) menindas, memfitnah & memburu Daud karena rasa iri yang gila, hati mereka tebal seperti lemak artinya dibutakan oleh kesenangan & kemegahan sehingga tak bisa melihat hal-hal rohani yang Tuhan kerjakan. Sebaliknya, penindasan mereka justru membuat Daud rendah hati, membuka hatinya bagi Firman Tuhan dan itulah yang menjadikannya bijaksana, mampu memahami kehidupan dengan perspektif yang lebih baik daripada orang-orang yang sombong. 

Begitulah, ketertindasan bisa menjadi kesempatan untuk belajar banyak hal & mendorong manusia untuk maju. Jadi, bersyukurlah bila tertindas karena tertindas itu baik bagi saudara! Amen. 

Oleh: Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi November 2011
 

Selasa, 09 Oktober 2012

BERKAT-BERKAT ROH KUDUS DALAM HIDUP ORANG PERCAYA (8)

Seri Khotbah Tentang "Roh Kudus"

ROH KUDUS MEMBANGKITKAN ORANG PERCAYA

Roma 8:9-11
Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu (ayat 11)

Kristus telah bangkit! Itulah berita paling menggemparkan 2000 tahun silam, karena dampaknya bukan hanya dirasakan oleh penghuni bumi namun juga oleh penghuni alam maut serta penghuni surga. Kuasa kebangkitan-Nya memusnahkan Iblis yang berkuasa atas maut (Ibrani 2:14-15), melucuti pemerintahan dan kuasanya sehingga iblis tak berdaya lagi (Kolose 2:15). 

Roh Kuduslah yang membangkitkan Kristus dari kematian (Roma 8:11). Namun sayang sekali Roh Kudus sebagai Pribadi yang membangkitkan jarang dibicarakan.

Beberapa waktu lalu saya melihat sebuah tayangan dari BBC Knowledge yang mengungkap sebuah penelitian terbaru tentang “Kain Kafan Turin” yaitu kain kafan yang diduga sebagai kain kafan Yesus. Penelitian tersebut mengungkap bahwa gambar pada Kain Kafan Turin tersebut hanya dapat terjadi bila jenazah yang terbungkus di dalamnya bangkit dari kematian dengan kekuatan energi yang setara dengan listrik ratusan ribu volt. Penelitian itu juga mengungkap bahwa kedalaman gambar di Kain Kafan Turin tersebut tidak mungkin tercetak dengan energi dari luar jenasah saja melainkan jenasah itu sendiri juga mengeluarkan energi yang luar biasa kuat yang memungkinkan tercetaknya citra diri jenasah tersebut dengan sangat dalam. Penelitian itu akhirnya menyimpulkan bahwa terjadinya gambar di Kain Kafan Turin tersebut adalah sebuah mujizat. 

Penelitian ini menguatkan asumsi sebagian ilmuwan yang percaya bahwa kain kafan itu adalah kain kafan Kristus dan gambar kain kafan tersebut merupakan bukti kebangkitan-Nya. Saya yakin energi luar biasa yang dikatakan para ilmuwan tersebut adalah kuasa Roh Kudus yang telah membangkitkan Kristus. 

Sama seperti Roh Allah atau Roh Kudus membangkitkan Kristus dari kematian demikianlah Roh Kudus akan membangkitkan kita dari kematian dan memberikan tubuh yang kekal atau tubuh kemuliaan. Tentu tak semua orang akan menerimanya, sebab kita hanya akan dibangkitkan serta menerima tubuh kemuliaan itu bila Roh Kudus hidup di dalam kita. Sudahkah Roh Kudus hidup di dalam saudara?

Sebelumnya: "Berkat-berkat Roh Kudus (7)" 

Oleh: Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi Juni 2012

BERKAT-BERKAT ROH KUDUS DALAM HIDUP ORANG PERCAYA (7)

Seri Khotbah Tentang "Roh Kudus"

ROH KUDUS MEMBERI KEPUASAN & KESEGARAN ROHANI PADA ORANG PERCAYA

Yohanes 7:37-39
“Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya

Suatu hari ketika ayah saya menebang pohon jambu air di depan halaman rumah kami sampai tunggul pohon itu hampir rata dengan tanah. Kami mengira pohon itu sudah mati dan berbulan-bulan berlalu sejak penebangan itu kamipun lupa bahwa pohon itu pernah tumbuh di halaman kami. Tetapi suatu hari sebuah tunas mulai tumbuh dari tunggul pohon jambu tersebut. Tunas itu makin lama makin tinggi dan berkembang, berapa kali tunas itu dipangkas tetap tumbuh kembali. Apa yang membuatnya tumbuh kembali? Air-lah yang membuatnya tumbuh kembali. 

Meski tunggul pohon itu sudah hampir rata dengan tanah tapi akarnya masih bisa mencapai air yang ada di dalam tanah, itu sebabnya pohon itu bisa tumbuh kembali. Begitulah bila Roh Kudus mendiami hidup anda, anda akan selalu bangkit dan terus berkembang oleh karena Roh Kuduslah AIR HIDUP. Itulah yang dikatakan Yesus tentang Roh Kudus.

Tak ada satupun dari dunia ini baik uang, kesuksesan, kekuasaan, pengetahuan ataupun pertapaan yang bisa memuaskan dahaga kita. Namun ada kepuasan bagi orang yang percaya Yesus sebab Yesus memanggil kita supaya kita tidak lagi mengalami kehausan & kekeringan rohani melainkan mengalami kepuasan & kesegaran rohani oleh Roh Kudus Sang Air Hidup. Roh Kudus Sang Air Hidup itu mengalirkan:
  • Kasih Allah (Rm. 5:3-5). Roh Kudus mengalirkan kasih Allah pada orang percaya sehingga mereka mengasihi Allah & orang lain (Yoh. 13:34-35).
  • Sukacita (1Tes. 1:6, Rm. 14:17). Roh Kudus mengalirkan sukacita yang membuat orang percaya tetap bertumbuh meski dalam tekanan.
  • Pengharapan (Rm. 15:13, Gal. 5:5). Roh Kudus membuat orang percaya makin berharap kepada Allah meski kesukaran menerpa.
Jadi, kesusahan seberat apapun yang dialami orang percaya, takkan membuat mereka jadi kering & mati, mungkin orang fasik akan mematahkan dahan-dahan mereka atau mungkin setan menebang & menggunduli mereka, tapi mereka akan bangkit bersemi lagi, tumbuh & kembali berbuah lebat karena siraman Roh Kudus AIR HIDUP memberi mereka kepuasan & kesegaran. 

Selanjutnya: "Berkat-Berkat Roh Kudus (8)"
Sebelumnya: "Berkat-berkat Roh Kudus (6)"

Oleh: Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi Juni 2012 

BERKAT-BERKAT ROH KUDUS DALAM HIDUP ORANG PERCAYA (6)

Seri Khotbah Tentang "Roh Kudus"

ROH KUDUS MENGHIBUR ORANG PERCAYA

Yohanes 15:26
Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. 

Dave Branon seorang penulis Renungan Harian yang produktif dan dengan tulisannya ia memberi pertolongan rohani pada pembaca. Tapi 6 Juni 2002 Melissa putrinya yang berusia 17 tahun meninggal dalam kecelakaan. Akibat peristiwa itu Dave tak bisa menulis selama berminggu-minggu, ia merasa tak bisa menemukan kata-kata untuk membantu orang lain saat dia sendiri sangat membutuhkan dukungan. Namun, setelah beberapa bulan Dave akhirnya bisa mengatakan: Allah tidak berubah, Dia tetaplah Bapa surgawi yang penuh kasih, sumber segala penghiburan. Dave sadar, bahwa Allah satu-satunya Pribadi yang bisa membuatnya utuh kembali. Itulah kesaksian Dave Branon yang ditulis tahun 2003 dan kesaksiannya dapat menghibur orang lain yang sedang dilanda kesusahan. 

Ya! Itulah cara Allah bekerja: Allah menghibur hamba-Nya agar mereka dapat menghibur orang lain, Allah memberkati hamba-Nya agar mereka dapat memberkati orang lain, Allah mengasihi kita agar kita dapat mengasihi orang lain.

Kata “penolong & penghibur” yang dikenakan pada Roh Kudus berasal dari kata “parakletos” dan sebenarnya tak ada arti yang tepat baik dalam bahasa Inggris atau dalam bahasa Indonesia untuk kata “parakletos.” Sehingga bermacam-macam arti pun muncul sesuai dengan konteks kata ini digunakan, yakni: Roh Kudus Penghibur, Pendamping, Penolong, Penasehat dan Pembela. Tapi apapun arti yang ada, yang lebih penting adalah kenyataan bahwa Roh kudus selalu mendampingi kita dan selalu bisa menjadi sahabat kita. 

Seorang Bapak yang baik sekalipun takkan bisa selalu mendampingi anaknya, tetapi Tuhan kita lebih dari sekedar Bapak yang baik, sebab Dia mengutus Roh Kudus Sang Penghibur itu untuk meneguhkan & menguatkan hati kita (Efesus 3:16, 2 Timotius 1:7), menolong & mendampingi anak-anak-Nya selama-lamanya (Yohanes 14:16), sehingga kita tak pernah ditinggalkan sendirian.

Saudaraku, kesusahan & kesedihan memang tak akan bisa kita hindari begitu saja. Namun di balik kesusahan itu ada berkat bagi kita yaitu membuat kita mengerti dan mengalami penghiburan Roh Kudus, yang membuat kita menjadi orang yang lebih kuat, dan bisa menghibur orang lain yang membutuhkan penghiburan. 

Selanjutnya: "Berkat-Berkat Roh Kudus (7)"
Sebelumnya: "Berkat-berkat Roh Kudus (5)"

Oleh: Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi Juni 2012 

Senin, 10 September 2012

ANAK YANG TIDAK BERGUNA

1Korintus 13:1-3 

Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.  Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Pada suatu hari saya bertamu di rumah seseorang. Tidak seperti biasanya, anak dari pemilik rumah itu tidak menemui saya. Sebut saja namanya Tony. Ternyata hari itu Tony mengurung dirinya di kamar karena ia merasa sakit hati. Orang tuanya kecewa dengan nilai-nilai ujiannya, lalu mengucapkan perkataan menyakitkan: “kamu memang anak yang tidak berguna!” Perkataan itu terus terngiang-ngiang di kepala Tony dan membuat ia dendam.

Orang tua memang sering beranggapan bahwa anak yang pandai itu anak yang berguna untuk orangtua sebab bila anak pandai maka orangtuanya pun akan mendapat pujian, sebaliknya anak yang bodoh sering dianggap tidak berguna karena mempermalukan orang tua. Anggapan seperti ini tentu tidak benar dan kita orang tua Kristen tidak seharusnya mempunyai pemikiran demikian.

Lalu apa kriteria berguna atau tidak berguna untuk anak Tuhan? Apakah kepandaian atau apa? Firman Tuhan melalui Paulus di atas menyatakan bahwa anak Tuhan itu tidak berguna bila tidak mempunyai kasih. Meskipun saudara pandai, memiliki seluruh pengetahuan, menguasai banyak bahasa bahkan bahasa malaikat, meski saudara punya iman yang sempurna yang dapat memindahkan gunung, meski saudara memberikan seluruh harta, tapi bila saudara tidak mengasihi orang lain, maka saudara seperti tong kosong berbunyi nyaring dan saudara tidak berguna bagi tubuh Kristus. Apakah kasih itu?

1 Korintus 13:4-7  Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.


Paulus menegur jemaat Korintus yang membanggakan karunia mereka. Jemaat Korintus membanggakan karunia bahasa Roh, nubuat dan juga menyombongkan pengetahuan mereka, bahkan mereka berselisih dan bertengkar karena hal-hal tersebut. Karena itulah Paulus menegur mereka bahwa sekalipun mereka memiliki karunia-karunia tersebut namun bila tanpa kasih maka mereka tak berguna.

Saudara, sesuatu yang tidak berguna itu dapat mengganggu atau merugikan, contohnya petani akan mencabut tanaman tak berguna di ladangnya sebab mengganggu tanaman lain. Pedagang juga menyingkirkan barang tak berguna dari etalase tokonya lalu sebagai gantinya ia akan memajang barang yang berguna untuk dijual. Demikianlah anak Tuhan tanpa kasih, ia tidak berguna sebab dapat menganggu dan merusak keutuhan gereja dan Tubuh Kristus.

Sesuatu yang tidak berguna itu juga tidak dipakai, contohnya seperti sampah dibuang atau seperti barang-barang yang ditaruh di gudang karena tak dipakai dan tak diperlukan. Begitulah anak Tuhan tanpa kasih, ia tidak berguna sebab tidak bisa dipakai untuk membangun tubuh Kristus. 

Jadi, KEJARLAH KASIH ITU, sebab ANAK TUHAN yang TIDAK mempunyai kasih TIDAK berguna DI MATA TUHAN

Oleh: Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi November 2011

Minggu, 09 September 2012

MASALAH ITU MENGASAH

Hakim-Hakim 3:1-3
Inilah bangsa-bangsa yang dibiarkan TUHAN tinggal untuk mencobai orang Israel itu dengan perantaraan mereka, yakni semua orang Israel yang tidak mengenal perang Kanaan. Maksudnya hanyalah, supaya keturunan-keturunan orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah, dilatih berperang oleh TUHAN. Yang tinggal ialah kelima raja kota orang Filistin dan semua orang Kanaan, orang Sidon dan orang Hewi, yang mendiami pegunungan Libanon, dari gunung Baal-Hermon sampai ke jalan yang menuju ke Hamat.

Bagaimana saudara melihat masalah? Mari sejenak kita melihat masalah dari sudut pandang Tuhan. Saat orang Israel tiba di Kanaan, ada musuh-musuh Israel yang dibiarkan Tuhan tinggal di Kanaan, maksud-Nya supaya generasi muda Israel yang belum mengenal perang dilatih berperang oleh Tuhan. 

Kehadiran musuh itu menyebabkan banyak masalah bagi kerohanian maupun jasmani orang Israel seperti: memerangi orang Israel & menjerat mereka dalam dosa. Meski di mata orang Israel kehadiran musuh itu adalah masalah, tapi Firman Tuhan diatas jelas menyatakan bahwa bagi Tuhan kehadiran musuh (masalah) adalah alat untuk melatih (mengasah) orang Israel berperang. 

Arti mengasah yaitu usaha mempertajam dengan latihan-latihan yang kontinyu untuk mengatasi kelemahan dan memiliki kemampuan. Kelemahan Israel adalah tak punya kemampuan untuk berperang, padahal Tuhan ingin Israel menang dalam tiap peperangannya baik perang secara rohani maupun secara fisik, karena itulah Tuhan mengasah mereka agar menjadi orang yang mental dan spiritualnya tangguh dengan membiarkan musuh tetap ada di sekitar mereka

Sampai sekarangpun musuh anda (iblis, orang yang tidak percaya, sistem dunia, kedagingan) menyebabkan banyak masalah bagi orang percaya. Mereka diizinkan Tuhan ada di sekitar saudara untuk mengasah saudara menjadi orang yang punya mental & spiritual yang tangguh. Masalah memang bisa jadi jerat dan membuat saudara jatuh dalam dosa bila saudara tidak bersekutu dengan Tuhan & memilih menyerah pada masalah. Tapi bila bersekutu dengan Tuhan saudara dapat melewati masalah itu & menjadi makin tangguh, makin siap menghadapi masalah lain yang lebih besar dan unggul dalam pertempuran yang makin hari makin meningkat dan besar. 

Makin sering bertemu masalah & menghadapinya (tidak lari), maka masalah itu mengasah sedemikian rupa sehingga pada waktunya saudara mampu menjawab tantangan yang lebih besar, masalah mendorong pikiran saudara terbuka pada cara-cara baru yang kreatif, masalah mendorong saudara selalu melekat pada Tuhan, masalah mengasah ketajaman rohani saudara. 

Jadi jangan ambil jalan pintas, masalah bukan untuk dihindari tapi dihadapi, jangan menyerah dengan masalah, sebab masalah itu mengasah

Oleh: Yesaya Edy S
Dimuat dalam Tuntunan Hidup Berkemenangan Edisi November 2011

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More